Kapolri Targetkan 100 Hari Kerja 10 Polda Sudah Terapkan Tilang ETLE

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA (IM) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menargetkan 10 Polda di Indonesia, harus bisa melayani tilang elektronik (ETLE) dalam 100 hari kerja ke depan.

Listyo  mengungkapkan, terkait dengan program tersebut, dirinya telah berkoordinasi dengan jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri untuk mewujudkan sarana dan prasarana penunjang.

“Di tingkat Polda, dalam waktu 100 hari ini saya sudah meminta kepada Bapak Kakorlantas untuk segera mengembangkan masalah tilang elektronik yang biasa disebut dengan ETLE,” katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/2).

Jenderal Polisi Listyo berharap dalam 100 hari kerja sebagai Kapolri, setidaknya 10 Polda bisa melakukan pelayanan tilang terkait dengan masalah ETLE. Listyo juga meminta seluruh Polres di daerah untuk meningkatkan pelayanan publik secara daring.

Lalu, kata Sigit, pelayanan pengurusan STNK, SIM hingga SKCK harus bisa dilaksanakan secara daring.

“Hari ini ada 12 Polres yang telah melaksanakan hal tersebut. Tentunya ini menjadi komitmen kami bahwa tidak hanya sampai di 12 Polres, tapi terus kita tingkatkan. Sehingga ke depan Polres-Polres secara bertahap khususnya di wilayah perkotaan yang terdukung dengan teknologi informasi dan teknologi digital, mampu memberikan pelayanan secara online,” papar Sigit.

Sigit juga menekankan, transformasi pelayanan dan penegakan hukum dari secara tatap muka menjadi serba daring untuk mengantisipasi penyalahgunaan jabatan personel saat bertugas.

“Ini juga menjadi komitmen kami bahwa di dalam pelayanan publik dan di dalam pelaksanaan penegakkan hukum ke depan kita menghindari terjadinya penyalahgunaan wewenang,” katanya.

Sebagai informasi, kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas dan terkena tilang elektronik, akan diblokir. Sehingga pemilik tidak akan bisa memperpanjang pajak selama tilang belum diselesaikan.Untuk buka blokir, harus diselesaikan dulu tilangnya.

Ditlantas Polda Jabar AKBP Efos Satria W kepada wartawan sebelumnya menjelaskan, teknis tilang elektronik atau elektronic tilang law enforcement (ETLE), kamera CCTV yang terpasang di traffic ligt akan merekam kendaraan dan pengendaranya. Rekaman itu terhubung dengan sistem yang akan mendeteksi identitas kendaraan.

“Misalnya kamera menangkap kendaraan D 1234 AB melanggar lalu lintas. Identitas kendaraan dan pemiliknya terlacak. Setelah itu, petugas mengirimkan notifikasi tilang dan pelanggaran lalu lintas ke pemilik kendaraan,” ujar AKBP Efos, Rabu (3/2) lalu.

Sistem e-tilang dan pemberlakuan blokir kendaraan akan mendorong warga pemilik kendaraan disiplin berlalu lintas sekaligus mengalihnamakan identitas kendaraanya jadi atas nama sendiri. “Make sense kan kalau gitu. Jadi nanti setiap wajib pajak bakal terdorong untuk membaliknamakan kendaraannya,” ujar AKBP Efos.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp