Kapolri: Penegakkan Prokes dengan 3M Salah Satu Cara Kendalikan Virus Corona

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Praboowosaat meninjau vaksinasinyang digelar Akpol 1997.

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, cara pengendalian virus corona salah satu di antaranya adalah penegakan protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), penguatan 3T (tracing, testing dan treatment dan percepatan vaksinasi.

Listyo mengatakan, bagaimana aktivitas masyarakat dalam rangka mengembalikan pertumbuhan ekonomi tetap bisa terkendali dan angka Covid-19 tidak naik lagi. Ini menjadi tantangan dan menjadi kebijakan pemerintah untuk mengatur antara gas dan rem agar seimbang.

Kapolri menyampaikan terimah kasih terhadap seluruh personel TNI dan Polri serta petugas Dinkes yang selama ini bertugas tidak kenal lelah dalam upaya menurunkan angka Covid-19 sehingga angka kasus harian bisa ditekan menjadi 2.200 perhari, serta BOR RS yang sempat menembus angka 90 persen, saat ini hanya sekitar 12 hingga 15 persen.

“Positivity rate di bawah WHO 5 persen saat ini kita positivty ratenya 2,19 persen. Ini hasil kerja keras rekan-rekan yang tergabung dalam tim. Saya ucapkan apresiasi kepada seluruh anggota kita dimanapun bertugas karena telah bekerja keras melakukan upaya agar laju covid diturunkan,” ucap Listyo saat meninjau kegiatan vaksinasi massal dan penyerahan bantuan sosial yang diselenggarakan Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1997 batalion Wira Pratama di Gedung eks Mapolres Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Senin (20/9).

Meski begitu, Sigit mengingatkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan aparat terus bergerak melakukan sosialisasi disiplin protokol kesehatan hingga akselerasi percepatan vaksinasi demi mencapai target kekebalan komunal atau herd immunity masyarakat.

“Bagaimana harapan dari pak Presiden kita harus wujudkan. Kami harus bisa mengubah dari pandemic menjadi endemic. Kita harus bisa hidup dan terbiasa berdampingan dengan covid. Tentunya prokes yang kuat harus kita laksanakan, program vaksinasi kita tingkatkan sehingga masyarakat siap menghadapi kondisi tersebut,” tutur Sigit.

Dalam vaksinasi massal ini, alumni Akpol 1997 menggelarnya di 34 Polda Jajaran serta tiga negara. Kegiatan ini akan berlangsung lima hari dimulai dari 18-22 September 2021. Adapun total vaksinasi yang ditarget dalam kegiatan ini sebanyak 63.400 dosis vaksin.

Terdapat pula sebanyak 36.350 item dengan rincian, paket sembako sebanyak 33.353 pax, bantuan voucher kuota internet untuk pelajar, santri dan guru sebanyak 1.997 voucher, serta bantuan voucher belanja 100.000 sebanyak 1.000 voucher kepada masyarakat kurang mampu, yatim piatu dan disabilitas.

Menurut Sigit, kegiatan yang digelar di 34 Polda jajaran dan tiga negara, yaitu Malaysia, Saudi Arabia dan Turki itu wujud partisipasi dalam membantu masyarakat di tengah pandemi virus corona.

“Tentunya saya memberikan apresiasi kepada adik-adik saya angkatan 97 di seluruh wilayah yang telah ikut berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan vaksinasi dan bansos kepada masyarakat Indonesia yang saat ini memang sedang menghadapi situasi yang sulit,” kata Sigit dalam sambutannya.

Sigit pun mengingatkan jajarannya untuk terus bekerja optimal membantu pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19 di antaranya melalui penerapan kebijakan PPKM level 1 hingga 4. Strategi pengendalian diharapkan betul-betul dikawal sehingga efektif. Tak hanya dari sisi angka penurunan kasus Covid-19, tapi juga jalannya pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp