International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

Kapolri Pastikan Satgas Gabungan Awasi Minyak Curah Selama 24 Jam

Kapolri Listyo Sigit Prabowo konferensi pers usai melakukan evaluasi bersama Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, di Gedung Mabes Polri, Senin 4 April 2022.

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan, satgas gabungan Polri dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang dibentuk untuk mengawasi ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng, akan melakukan pengawasan dan pemantauan selama 24 jam penuh.

Menurut Listyo, pemantauan dan pengawasan melekat dilakukan sepanjang hari itu untuk memastikan stok bahan pokok dari masyarakat tersebut tersedia atau tidak terjadi kelangkaan di pasaran.

“Oleh karena itu untuk pastikan ketersediaan di pasar betul-betul ada, kami bersama pak Menperin membentuk satgas gabungan. Dimana satgas gabungan ini kita tempatkan mulai di level pusat para produsen dan di kantor pusat juga tempatkan personel dari polisi dan dari Kemenperin khususnya di beberapa produsen besar melekat 24 jam. Untuk awasi proses produksi,” kata Listyo, dalam konferensi pers usai melakukan evaluasi bersama Menteri Perindustrian (Menperin di Gedung Mabes Polri, Senin (4/4).

Tak hanya ditingkat produsen, Sigit juga menyebut, satgas gabungan juga akan melakukan pengawasan melekat 24 jam di tingkat distributor hingga pengecer.

“Akan kita turunkan personel dari satgas pusat, daerah, rekan-rekan intelijen, Bhabinkamtibmas untuk turun mengecek di pasar. Sehingga rangkaian proses, mulai dari produsen, distributor sampai dengan pasar betul-betul bisa ktia awasi dengan baik,” ujar Listyo.

Ia memaparkan, dari hasil evaluasi bersama Kemeperin, kondisi harga minyak dalam negeri terdampak akibat situasi global. Karena itu, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk tidak mengganggu serta memengaruhi pasar di dalam negeri.

“Beberapa kebijakan pemerintah telah di keluarkan, Permendag. Kemudian beberapa kali dikeluarkan smpai dengan terakhir beberapa waktu lalu diputuskan untuk HET minyak goreng curah dengan harga Rp14.000 dan kemudian diberikan subsidi sehingga disparitas harga antara dalam dan luar ini bisa ditutup dengan adanya subsidi tersebut. Sehingga kemudian kita harapkan bahwa minyak curah betul-betul sudah ada di pasar,” ucap Listyo.

Lebih dalam, berdasarkan data yang ada, dikatakan Sigit, lebih dari 4 ribu lebih pasar yang ada telah tersedia minyak goreng curah. Demi semakin memastikan ketersediaan minyak curah, menurut Sigit, 79 produsen yang terdaftar kapasitas produksinya dinaikan dua kali lipat dari kebutuhan situasi normal.

“Artinya kalau ini betul-betul bisa terdistribusi dengan baik, dengan jaringan distribusi yang ada baik dari distributor swasta maupun distributor BUMN dalam hal ini PT RNI seharusnya minyak goreng curah betul-betul tersedia di pasar,” tutup Sigit.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga