International Media

Kamis, 29 September 2022

Kamis, 29 September 2022

Kapolri Minta Pemuda Jaga Keberagaman di Indonesia

JAKARTA (IM)- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta generasi muda Indonesia untuk mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi modal untuk melakukan lompatan di segala bidang.
Menurut Sigit, keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia merupakan modal penting untuk melakukan lompatan pada berbagai bidang. Maka keberagaman ini haruslah dijaga dan jangan mudah disusupi oleh oknum – oknum tak bertanggungjawab.
“Keberagaman ini menjadi modal kita, dan kekuatan kita untuk bisa melakukan lompatan. Sebaliknya, kalau keberagaman ini kembali pecah, kita mudah disusupi. Maka kita harus ingat, terpecah itu membuat kita menjadi lemah dan kemudian kita bisa disusupi,” ungkap Listyo Sigit Prabowo saat memberikan pidato kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada Rabu sore (7/9).

Keberagaman Indonesia lantas disebut Sigit disatukan dalam dasar – dasar negara berupa Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan lainnya. Ia berharap, generasi muda Indonesia mampu menjadikan Pancasila dan UUD 45 sebagai bagian penting dalam kehidupan bernegara.

“Memang ada sejumlah upaya yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk mengubah Pancasila, baik dalam bentuk pemberontakan yang dilakukan untuk mengubah dasar negara Indonesia. Namun, dari semua perjalan yang ada, upaya (mengganti dasar negara) itu, ternyata tidak berhasil dan rakyat memilih untuk kembali bersatu dan mempertahankan NKRI, ini harus kita inga,” jelasnya.

Ancaman penggantian dasar negara Indonesia disebut Kapolri akan terus ada. Namun hal ini perlu dihadapi bersama-sama dengan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), agar hal itu bisa dipatahkan.
“Kenapa ini saya sampaikan, karena ke depan, tantangan itu akan terus ada. Ini akan menjadi tantangan yang harus kita hadapi. Jadi setiap saat kita terus ingatkan,” ujarnya.

Dalam upaya untuk menghadapi tantangan tersebut, lanjutnya, ada sejumlah upaya yang telah dilakukan oleh Polri, salah satunya moderasi beragama yang masuk dalam Program Presisi yang merupakan akronim dari prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.
“Kami melakukan berbagai macam upaya, termasuk moderasi beragama. Istilah ini masuk dalam Program Presisi, dari Muhammadiyah,” ujarnya.
Dirinya berharap Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) juga bisa berperan bersama Polri, serta elemen masyarakat lainnya untuk bisa menjaga keberagaman Indonesia. Polri melakukan sejumlah cara preventif untuk menjaga kesatuan NKRI.
“Upaya kita lebih baik untuk melakukan pencegahan. Tapi penegakan hukum tetap harus dilaksanakan, kalau pendekatan soft itu tidak bisa dilaksanakan,” pungkasnya.

Frans Gultom

Komentar

Baca juga