International Media

Minggu, 7 Agustus 2022

Minggu, 7 Agustus 2022

Kapolda Metro Jaya Maafkan Pelaku yang Mengedit Profilnya di Wikipedia

JAKARTA(IM) – Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memaafkan Nyoman Edi (33), pelaku yang mengubah profil Fadil di laman Wikipedia. Fadil juga menyatakan tidak memproses hukum terhadap Nyoman melainkan menempuh jalur restorative justice

Ketika mendapatkan laporan dari penyidik yang berhasil menangkap Nyoman, Fadil Imran malah menemui dan menasihati Nyoman Edi.

Momen Kapolda Metro Jaya Fadil Imran bertemu Nyoman diunggah di akun Instagram resmi Kapolda Metro Jaya,  Sabtu (30/7).

Seperti diberitakan sebelumnya, biodata Kapolda Metro Jaya di Wikipedia telah diedit oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pelaku menyebut Fadil menerima suap dari Kadiv Propam non-aktif Irjen Ferdy Sambo.

“Saat ini Fadil diduga telah menerima suap dari Ferdy Sambo agar tidak menangkap dan menahan dirinya dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J Hutabarat di tahun 2022,” demikian tulisan pada Wikipedia hasil editan pelaku.

Pada bagian “kasus terkenal yang ditangani Fadil” disebut ada satu kasus yang menyebut bahwa Fadil tidak menangkap dan menahan Ferdy Sambo, otak pembunuhan berencana Brigadir J.

Brigadir J yang dimaksud adalah Nopryansyah Yosua Hutabarat yang tewas ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7).

Ketua Umum Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tangguh melaporkan penyuntingan di Wikipedia tersebut ke Polda Metro pada 26 Juli 2022. Penyunting profil Fadil Imran ini dilaporkan atas tuduhan penyebaran berita bohong Pasal 14 ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP.

Aparat Polda Metro yang mengusut kasus ini berhasil meringkus Nyoman Edi. Belakangan, Irjen Pol Fadil Imran memaafkan dan meminta ke penyidik agar kasus ini tidak diproses hukum. Sahabat Polisi pun mencabut pengaduannya.

Pada tayangan pertemuan tersebut, Kapolda Metro tidak mengenakan baju dinas melainkan baju putih sedangkan Nyoman Edi yang dalam keseharian mengaku sebagai pemain saham, memakai baju tahanan berwarna oranye.

Fadil mengaku dari awal tidak ingin melaporkan dan tidak merasa sakit hati dengan editan Nyoman di profil Wikipedia-nya.

“Bagi saya itu menjadi risiko sebagai seorang pejabat publik, apalagi dalam tugas-tugas mengungkap peristiwa berbasis fakta dan mencari kebenaran, itu biasa,” kata Kapolda Metro Jaya Fadil Imran.

Fadil tidak memproses hukum melainkan memaafkan.    “Yang penting Nyoman menyadari bahwa ini adalah pengalaman buruk. Jangan diulangi lagi,” kata Kapolda Metro Jaya.

Bukan hanya kepada Nyoman, melainkan ke seluruh masyarakat, Fadil mengimbau agar berpedoman pada etika dalam berinternet atau norma berinternet.

“Saya ingin mengedukasi kepada semua, jangan Anda pernah berpikir dalam kesendirian bersama jaringan internet maka Anda akan bisa lari dan sembunyi. Dunia siber itu penuh dengan jejak-jejak digital yang bisa ditelusuri,” kata Kapolda Metro Jaya Fadil Imran.

Kapolda Metro Jaya Fadil Imran juga menyampaikan pelajaran bahwa berekspresi itu adalah hak. Tapi harus diingat, ketika kita berekspresi ada norma. 

“Di internet ada etika berinternet, netiket namanya,” kata Fadil.

Setelah bercakap-cakap, pada akhirnya Nyoman Edi melepas baju tahanan dibantu oleh Kapolda Metro Jaya Fadil Imran.

Dalam menghadapi persoalan, kata Fadil, polisi tidak selalu menggunakan jalur penegakan hukum. Pada kasus yang dialaminya, Kapolda Metro Jaya Fadil Imran menyatakan menggunakan jalur restorative justice.

Prinsip restorative justice atau keadilan restoratif telah diterapkan sebagai pendekatan baru dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Restorative justice adalah alternatif penyelesaian perkara yang tidak dibawa ke ranah hukum melainkan diselesaikan dalam proses dialog dan mediasi.

Tujuan penyelesaian hukum dengan mediasi memberi banyak manfaat. Pertama, penegakan hukum yang mengedepankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan mengembalikan pola hubungan baik dalam masyarakat. Dengan mediasi dan dialog, solusi yang dihasilkan tidak membawa dendam atau ganjalan laiknya putusan pengadilan.

Kedua, tercapai asas-asas peradilan yang cepat, sederhana dan biaya ringan dengan keadilan yang seimbang.

Prinsip restorative justice ini mencuat pada kepemiminan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Menurut Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, model penyelesaian masalah dengan mediasi ini tetap ada aturannya. Polri telah mengeluarkan Perpol Nomor 8/2021 tentang Restorative Justice.

Frans Gultom

Komentar

Baca juga