Saturday, 15 June 2024

Search

Saturday, 15 June 2024

Search

Kapolda Metro Beberkan Sejumlah Titik Rawan Balap Liar dan Tawuran di Jakarta

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di acara Guyub Ketua RW.

JAKARTA –  Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran mengungkapkan sejumlah titik rawan balap liar dan tawuran yang dapat membuat resah masyarakat sekitar. Ia  meminta agar sinergitas antara RW dan Forkopimda di tingkat kecamatan di Kota Jakarta Selatan, bersama-sama melakukan pemetaan dan pencegahan di wilayahnya masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Fadil Imran dalam kegiatan Guyub Ketua Rukun Warga se-Jakarta Selatan yang dilaksanakan di Boutique Ballroom, Jalan Mega Kuningan Barat, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Kita Jakarta Selatan, Minggu (5/2).

“Pertemuan ini penting agar kita saling mengenal satu sama lain. Peran RW sangat penting. Mulai dari urusan lahir sampai dikebumikan ini urusannya sama RW. Dari kawin sampai kawin lagi diurus RW. Guyub nya RW membuat kita bisa menghadapi pandemi kemarin,” ujar Fadil Imran.

Fadil mengungkapkan, pentingnya peran RW. Ia kemudian menganalogikan RW ibarat seorang manusia, maka RW menjadi bagian ujung jari, urat saraf dari kecamatan (organ) dan tingkat pemerintah daerah.

“RW bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa harus menjadi telinga yang akurat dan mata yang tajam bagaikan elang bagi masyarakat,” tambah Fadil Imran.

Fadil kemudian menjelaskan banyak kenakalan remaja pada tahun 2022 lalu tercatat ada 323 kasus, kemudian tindakan kriminalitas curanmor 426 kasus di 2022, dan 297 pencurian dengan pemberatan di 2022.

“Yang mengkhawatirkan balap liar di Jalan Prof Satrio, Pangeran Antasari, Fly Over Permata Hijau, Warung Buncit Raya,” kata Fadil Imran.

Kemudian untuk lokasi rawan tawuran di Jakarta Selatan kata Fadil Imran ada di berbagai lokasi seperti Bukit Duri (Tebet), Bukit Tanggul (Setia Budi), Mampang Prapatan, Tendean (Kebayoran Baru), Pondok Pinang, Pahlawan Bintaro Pesanggrahan, Kalibata Timur Pancoran, Pasar Minggu, Lenteng Agung Jagakarsa, maupun Terogong Cilandak. “Tujuan saya membuat polisi RW, jadi ada berbagai masalah di masyarakat bisa segera ditangani. Jadi kita ini semua satu tubuh yang satu irama,” katanya Fadil Imran. ***

Osmar Siahaan

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media