International Media

Selasa, 4 Oktober 2022

Selasa, 4 Oktober 2022

Kapolda Jateng Mengecek TKP Kebakaran 45 Kapal Nelayan di Cilacap

Sebanyak 45 kapal nelayan di Cilacap terbakar.

CILACAP – Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Pol Ahmad Luthfi mengecek tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran kapal nelayan di Dermaga Batere dan Dermaga Wijayapura, Kelurahan Tambakreja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (3/5) kemarin.

Ahmad Luthfi mengatakan,  sebanyak 45 kapal nelayan yang terbakar tersebut terpencar lantaran dihantam ombak dan arus luat.

https://35863e74a62764ac9dcf8919817a8bbb.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html “Penyebab kebakaran diduga oleh percikan api yang dilakukan oleh salah satu anak buah kapal,” kata Ahmad Luthfi, Rabu (4/5).

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pihaknya siap membantu nelayan agar kejadian seperti ini tidak terulang di wilayah lain.

Ahmad Luthfi menambahkan bahwa pihaknya lewat Ditpolair Polda Jateng bekerja sama dengan KKP dan Syahbandar akan melakukan sosialisasi dan penerapan SOP secara ketat terhadap keamanan kapal yang tengah sandar di pelabuhan agar kejadian kebakaran tidak terulang.

“Diimbau kepada pemilik kapal agar melakukan penjagaan terhadap kapal yang ditinggalkan. Jangan melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan percikan api yang dapat memicu kebakaran seperti mengelas dan sebagainya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kerugian akibat kebakaran puluhan kapal nelayan itu diperkirakan mencapai Rp130 miliar. Adapun kapal yang terbakar 44 kapal dan ditambah satu kapal tugboat.

Kapolda sudah memerintahkan tim labfor untuk menyelidiki penyebab kebakaran secara pasti. Menurut dia, tantangan dalam menyelidiki kasus ini adalah banyaknya TKP lantaran kapal yang terbakar terombang-ambing dan menyebar ke tempat lain.

Sementara itu korban akibat kebakaran diketahui sebanyak satu orang yang mengalami luka bakar dan saat ini belum dapat dimintai keterangan.

“Sejauh ini SOP sudah berjalan tapi karena ada force majeur sehingga kebakaran tidak bisa dihindarkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro mengatakan bahwa kebakaran tersebut melanda 45 kapal yang terdiri atas 44 kapal nelayan dan satu kapal jenis tug boat.

“Ada 45 kapal terdiri 44 kapal nelayan dan satu tug boat. Kami belum bisa merinci karena harus mendata dulu jenis-jenisnya termasuk (berapa) GT-nya berapa,” katanya, Rabu (4/5).

Ia mengatakan, Tim Laboratorium Forensik Cabang Semarang juga akan turun ke lokasi kejadian untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran.

“Masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolres.

Kebakaran tersebut pertama kali terjadi pada salah satu kapal yang sedang bersandar di Dermaga Batere pukul 17.10 WIB, yang diawali dengan ledakan dari kapal tersebut. Tidak lama kemudian, kobaran api merambat ke kapal-kapal lain yang sedang bersandar di Dermaga Batere. Bahkan, kebakaran meluas hingga Dermaga Wijayapura (tempat penyeberangan khusus menuju lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, red) yang letaknya berdekatan dengan Dermaga Batere.***

Osmar Siahaan

Komentar