International Media

Jumat, 27 Mei 2022

Jumat, 27 Mei 2022

Kakorlantas: Diskresi Bisa Diterapkan Kapan Saja, Maka Ikuti Medsos

Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi . Dok Humas Polri.

JAKARTA (IM) – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen (Pol) Firman Shantyabudi menekankan, pemudik mesti aktif memantau perkembangan informasi lalu lintas di media sosial sepanjang periode libur Lebaran. Sebab, kebijakan kepolisian dalam mengatur arus lalu lintas dapat berubah setiap saat.

“Diskresi ini bisa diterapkan kapan saja. Maka, ikuti media sosial, radio dan sebagainya. Sehingga pulang bisa lebih nyaman,” ujar Firman dalam keterangannya, Kamis (5/5).

Saat merilis keterangan ini, Firman diketahui sedang beraktivitas di Command Center Kilometer 29 Tol Jakarta-Cikampek.

Firman mengatakan, diskresi tentang arus lalu lintas selama libur Lebaran ini bukan berarti polisi seakan-akan seenaknya dalam melakukan pengaturan. Kebijakan yang dikeluarkan didasarkan pada kondisi lapangan serta telah melalui pertimbangan yang matang. Tak hanya itu, kebijakan dirilis demi kepentingan khalayak luas.

“Kami mengingatkan bahwa kami tidak ingin menonjolkan kewenangan, tapi diskresi untuk kepentingan yang lebih besar harus kami ambil dalam kondisi yang sangat tidak ideal ini, dan itu bisa terjadi kapan saja,” katanya.

Firman menyontohkan salah satu diskresi yang diambil setelah melalui perhitungan matang, yakni penerapan arus lalu lintas satu arah alias one way. Menurut dia, rekayasa lalu lintas one way adalah kebijakan yang bersifat kondisional.

“Bisa saat ini kami laksanakan satu lajur, bisa sekian menit kemudian kami mekarkan menjadi dua, tiga, hingga akhirnya menjadi one way dan waktunya juga bisa berubah,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, kepolisian dan Jasa Marga memberlakukan sejumlah rekayasa lalu lintas pada mudik Lebaran 2022. Pihak Jasa Marga dalam sejumlah keterangan menyebutkan bahwa rekayasa lalu lintas atas diskresi kepolisian. Rekayasa lalu lintas yang sudah diterapkan sejauh ini di antaranya sistem one way, contraflow hingga buka tutup.

Lewat Jalur Alternatif

Irjen Firman Shantyabudi sebelumnya mengimbau masyarakat agar tidak berhenti di pinggir jalan tol, apalagi tujuannya untuk menunggu berakhirnya rekayasa arus lalu lintas saat arus balik mudik 2022 dengan skema one way dari Tol Palimanan KM 188 hingga Cikampek KM 72.

Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu para pengguna jalan lain  dan tidak menimbulkan kemacetan arus lalu lintas seperti pada arus mudik lebaran.

“Evaluasi dari arus mudik kemarin, kami mengimbau masyarakat agar tidak menunggu di jalan tol untuk menunggu one way berakhir,” kata Firman di Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (4/5).

Firman mengimbau masyarakat jika memang terjebak saat one way, lebih baik menggunakan jalur arteri daripada menunggu di pintu gerbang tol.

“Karena kami ini berhadapan dengan sesuatu yang tidak pasti dan sangat dinamis. Daripada menunggu di gerbang tol, lebih baik manfaatkan jalur arteri dengan mengikuti arahan dari petugas,” ujar Firman.

Firman menambahkan, diskresi Polri sewaktu-waktu juga bisa dilakukan jika terdapat kepentingan yang mendesak atau lebih besar.

 “Diskresi untuk kepentingan yang lebih besar bisa kita ambil dalam kondisi yang sangat tidak ideal ini (arus balik mudik), hal itu bisa terjadi kapan saja,” tutur Firman.

Untuk diketahui, pada musim arus mudik lalu, media sosial sempat viral kemacaten horor di jalan tol dari Bandung menuju Jakarta saat penerapan One Way dari Cikampek hingga Kalikangkung. Masyarakat yang menunggu berjam-jam lantaran One Way diperpanjang hingga pagi hari, dikabarkan menutup ruas jalan dari Jakarta menuju Bandung. Sehingga kepadatan luar biasa terjadi.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga