Kakek Berusia 70 Tahun Mendayung Seberangi Samudra Atlantik Demi Rp19 Miliar

akek 70 tahun mendayung seberangi Samudra Atlantik

Kakek berusia 70 tahun ini tercatat menjadi pendayung tunggal tertua yang melintasi  Samudra Atlantik sepanjang 3.000 mil.

Frank Rothwell melakukan perjalanan sejauh 3.000 mil dengan kapal bernama “Never Too Old”. Ia salah satu dari delapan peserta solo dalam Talisker Whiskey Atlantic Challenge tahunan, yang diikuti hingga 30 perahu.

Dia meninggalkan Pulau Canary La Gomera pada Desember tahun lalu dan mencapai Antigua di Karibia pada Sabtu (6/2).

“Butuh enam minggu yang panjang untuk mendayung setelah 18 bulan pelatihan,” ujarnya, dikutip Mirror.

Dia mengatakan perjalanannya ini sangat luar biasa. Dia berharap bisa mengumpulkan 1 juta poundsterling (Rp19 miliar) untuk penelitian demensia.

Namun sumbangan yang mengalir sudah lebih dari 700.000 poundsterling (Rp13,4 miliar). Namun saat perjalanan, saudara iparnya Roger (62), meninggal karena Alzheimer.

“Saat mendayung, saya menerima pesan yang menghancurkan hati dari orang-orang yang memiliki pengalaman serupa dengan saya, dengan Roger,” terangnya.

Dalam perjalanan Frank Rothwell harus menghadapi gelombang laut setinggi 1,6 meter. Perahu berbobot setengah ton dengan perbekalan dan makanan, sering kali didorong kembali mundur oleh angin dengan kecepatan 25 meter per jam.

“Anda tidak dapat mendayung melawan angin dengan perahu tunggal karena Anda terkadang harus berhenti tidur, dan ketika Anda menghentikannya, Anda akan terjengkal,” terangnya.

Ia pun menceritakan bagaiman asaat perahunya dikelilingi 300-an lumba-lumba dan juga diserang oleh ikan terbang kamikaze.

“Mereka terus menabrak atau mendarat di atas kapal. Awalnya saya tidak yakin suara apa yang terjadi di malam hari, tetapi saya akan sering mendengar gema yang keras,” lanjutnya.

Namun tantangan terbesarnya adalah merindukan istrinya yang telah dinikahinya selama 50 tahun, Judith, 71. Sang istri pun hadir di sana saat menyambutnya di Antigua.

“Kami adalah kekasih masa kecil. Dan dia adalah teman terbaik saya,” katanya.

Sementara itu, Yayasan Amal Makanan Islandia telah berjanji untuk menggandakan donasi pertama sebesar 500.000 poundsterling (Rp9,6 miliar).

“Saya telah mengenal Frank selama bertahun-tahun dan melihat dukungan yang diterimanya sungguh luar biasa,” terang Sir Malcolm Walker, pendiri firma tersebut.

Adapun Kepala Eksekutif Alzheimer’s Research UK Hilary Evans mengaku sangat tersentuh oleh tekad Frank.

Frank, dari Oldham, yang memiliki perusahaan penyimpanan dan kontainer Manchester Cabins, diketahui telah melakukan operasi lutut pada 2019 dan juga telah sembuh dari kanker prostat. Pada 2017, petualang tersebut muncul di program survival Channel 4, “The Island with Bear Grylls”.

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp