Kab. Karo Gelap Gulita Diterpa Kepulan Awan Panas Sinabung

Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi di Desa Kuta Rakyat, Naman Teran, Karo, Sumatera Utara, Selasa (2/3/2021). Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom 5.000 meter di atas puncak. ANTARA FOTO

KABANJAHE (IM)- Sebagian besar wilayah Kabupaten Karo mendadak gelap di siang hari usai kepulan awan panas Gunungapi Sinabung menjulang ke udara, Selasa (2/3). Kondisi gelap yang sempat dialami masyarakat Karo itu berlangsung sejak pagi hingga tengah hari.

Suasana seperti sudah malam hari. “Kami banyak yang sudah menghidupkan lampu rumah karena seperti malam hari,” ujar Rahel Bangun (55), warga Desa Narigunung, Kecamatan Tiganderket, saat dikonfirmasi.

 Selain menghidupkan lampu, warga desa juga banyak yang takut keluar rumah. Bahkan warga yang berada di ladang juga tidak sedikit yang memilih kembali ke rumah karena khawatir kondisi memburuk.

Warga merasa erupsi kali ini relatif lebih besar dari sebelumnya karena sampai menimbulkan kegelapan. Sinabung kerap mengalami erupsi, tetapi embusan awan panasnya sangat jarang menimbulkan kondisi gelap.

Marken Sembiring (50), warga Desa Perbaji, Kecamatan Tiganderket, mengatakan setelah kepulan awan panas, hujan abu vulkanik mulai menyebar dan menutupi berbagai permukaan benda, hingga tanaman. “Kalau sudah ditutup abu begini, agak lama baru hilang abunya. Bisa hilang cepat kalau turun hujan lebat,” ujarnya.

Sebelumnya, Gunungapi Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengeluarkan awan panas guguran setinggi hingga 2.000 meter, Selasa (2/3) pagi. Petugas Pos Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunungapi Sinabung, Armen Putra mengatakan awan panas terpantau menyebar ke arah Timur dan Tenggara gunung tersebut.

“Awan panas guguran pertama kali terpantau pada pukul 06.42 WIB dengan arah angin ke Barat dan Barat Daya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, rangkaian kejadian awan panas guguran pada 2 Maret 2021 merupakan karakter erupsi Gunung Sinabung yang telah terjadi beberapa kali sejak tahun 2013.
Mekanisme kejadian awan panas guguran diakibatkan oleh adanya pembentukan kubah lava di bagian puncak, kemudian diikuti oleh adanya migrasi fluida (batuan padat, cairan, gas) ke permukaan yang mendorong kubah lava.
Migrasi fluida ini diindikasikan oleh jumlah gempa-gempa Low Frequency dan Hybrid yang tinggi. “Pengamatan visual dan kegempaan hingga 2 Maret 2021 pukul 9.00 WIB menunjukkan fluktuasi dalam pola yang masih tinggi, tetapi tidak ada indikasi peningkatan potensi ancaman bahaya,” jelas dia.
Dikatakan, untuk saat ini Sinabung masih berpotensi terus mengeluarkan awan panas guguran dan letusan. Oleh karena itu masyarakat diimbau menjauhi Zona Merah Gunungapi Sinabung. Masyarakat perlu memerhatikan imbauan tersebut.

Selimuti Puluhan Desa

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Karo, Natanail Perangin-angin menjelaskan abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung menyelimuti 17 desa di Kecamatan Tiganderket. Lalu delapan desa di Kecamatan Kutabuluh, dan 15 desa di Kecamatan Tiga Binanga.

“Semburan abu vulkanis Sinabung itu berdampak ke masyarakat, baik permukiman maupun perladangan. Saat ini juga masih tertutup abu vulkanis,” kata Natanail, Selasa (2/3).

Lanjutnya, saat ini satuan tugas (satgas) tanggap darurat bencana Gunung Sinabung sedang melakukan patroli dan membersihkan wilayah yang dihujani abu vulkanis.

“Satgas saat ini masih melaksanakan pembersihan di tiga Kecamatan terdampak dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD dan pemadam kebakaran Karo sebanyak 100 Personel,” ujar Natanail.

Gunung Sinabung diprediksi masih berpotensi meluncurkan guguran awan panas akibat kubah lava yang tidak stabil dan memungkinkan terjadinya erupsi kembali.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar keluar dari zona merah dan dilarang beraktivitas. Petugas juga saat telah membagikan masker kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gunung Sinabung mengalami erupsi dan meluncurkan awan panas guguran sebanyak 13 kali. Tinggi kolom abu mencapai 5 kilometer, begitu pun dengan awan panas guguran yang diluncurkan sejauh 5 kilometer, Selasa (2/3).

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung. Radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara. Gunung Sinabung saat ini masih berstatus siaga atau level tiga. yan

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp