Juventus Masih Sulit dengan Bola-bola Mati

Laga Juventus kontra Parma. (Foto ist).

TURIN –  Juventus mengalahkan Parma 3-1, dalam lanjutan Liga Italia.  Si Nyonya Besar masih bertengger di peringkat tiga klasemen dengan 65 poin, unggul satu poin dari Atalanta (4), dan tertinggal satu poin dari AC Milan (2) dan 11 poin dari Inter Milan di Capolista.

Dalam laga di Stadion Allianz, Kamis (22/4) dinihari WIB itu,  Bianconeri mendominasi permainan dengan menciptakan beberapa peluang, tapi justru kemasukan lebih dulu. Di menit ke-25, Gaston Brugman mengonversi tendangan bebas menjadi gol untuk membawa Parma unggul 1-0.

Juventus lalu merespons dengan berbagai serangan. Namum baru membuahkan hasil jelang turun minum setelah Alex Sandro mencetak gol penyama. Usai restart, pemain Brasil itu kembali mengukir namanya di papan skor sehingga Juventus berbalik unggul. Matthijs de Ligt lantas memastikan kemenangan Juve dengan golnya di menit ke-68.

Pelatih Juve, Andrea Pirlo pun memuji dengan reaksi Juventus.  “Kami berhasil membalikkan situasi, dan kemenangan itu penting bagi kepercayaan diri kami karena kami sudah bermain dengan bagus dan butuh membawa pulang tiga poin. Mereka tampil lebih baik di babak kedua, terutama dengan posisi badan untuk menerima bola. Kami terlalu jauh di babak pertama dan hal itu melambatkan aliran bola,”  kata Pirlo kepada Sky Sport Italia.

Hanya saja, ia juga menyorot  kelemahan timnya. Menurut dia  Juve seharusnya bisa bertahan lebih baik dalam situasi bola mati. “Kami bikin susah diri sendiri dengan gol pembuka, kemudian mengambil risiko pada bola-bola mati, dan sayang sekali karena sebelumnya kami bertahan dengan baik dari situasi-situasi bola mati di musim ini,”   kata Pirlo.***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp