International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Jurnalis Terkenal Pakistan Ditembak Mati Polisi di Kenya 

PAKISTAN(IM) – Investigasi telah dimulai di Kenya setelah jurnalis terkenal Pakistan Arshad Sharif ditembak mati oleh polisi di sebuah penghalang jalan pada Minggu (23/10).

Menurut sebuah pernyataan polisi, dia “terluka parah” ketika dia menjadi penumpang di dalam sebuah mobil yang diminta untuk berhenti.

Sebuah pernyataan polisi mengatakan pihaknya menyesali “insiden yang tidak menguntungkan itu”.

Petugas diketahui telah memasang penghalang jalan saat mereka mencari mobil curian. “Kendaraan almarhum menabrak pagar polisi yang mereka lewati. Saat itulah mereka ditembak,” tambah pernyataan itu.

Pengawas polisi Kenya – Otoritas Pengawasan Polisi Independen (Ipoa) – mengatakan telah mengirim tim respon cepatnya ke lokasi penembakan Minggu malam di daerah Kajiado dekat ibu kota, Nairobi.

Ketua Ipoa Ann Makori mengatakan kepada wartawan, tim akan menyelidiki dugaan pembunuhan seorang warga negara Pakistan oleh polisi.

Wartawan di kota Karachi Pakistan langsung menggelar protes jalanan atas pembunuhannya pada Senin (24/10).

Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif men-tweet bahwa dia “sangat sedih dengan berita mengejutkan kematian tragis jurnalis Arshad Sharif”.

Dia kemudian mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Presiden Kenya William Ruto meminta penyelidikan yang adil dan transparan. Ruto pun menjanjikan bantuan habis-habisan termasuk mempercepat proses pengembalian jenazah ke Pakistan.

Menteri Penerangan Pakistan Marriyum Aurangzeb memperingatkan orang-orang agar tidak berspekulasi tentang keadaan seputar kematian itu. 

Sementara itu, dalam pesan singkat di Twitter, istri Sharif, Javeria Siddique mengatakan dia telah kehilangan “teman, suami, dan jurnalis favorit saya”.

Mantan PM Khan mengatakan dia “terkejut” dengan apa yang dia gambarkan sebagai “pembunuhan”, menambahkan bahwa dia “membayar harga tertinggi untuk mengatakan kebenaran”. Dia juga menyerukan “penyelidikan yudisial yang tepat”.

Seperti diketahui, Sharif adalah seorang kritikus militer Pakistan serta pendukung vokal PM Imran Khan yang digulingkan.

Pria berusia 49 tahun itu telah meninggalkan Pakistan pada Agustus lalu setelah mengeluhkan pelecehan.

Dia sebelumnya berada di Inggris dan Dubai sebelum bepergian ke Kenya. Tidak diketahui persis apa yang dia lakukan di negara Afrika Timur itu.

Adapun Khan dilengserkan dari kekuasaan pada April setelah kehilangan mosi tidak percaya. Sharif, yang telah mendukung Khan, kemudian mulai mengeluh bahwa Badan Investigasi Federal negara itu melecehkannya dan dia meninggalkan negara itu.

Frans Gultom

Komentar