Saturday, 15 June 2024

Search

Saturday, 15 June 2024

Search

Juara, Atalanta Hentikan Rekor Bagus Leverkusen 

Skuad Atalanta bersama trofi Liga Europa.

DUBLIN – Atalanta berhasil menjadi juara Liga Europa 2023/2024 usai  mengalahkan Bayer Leverkusen  pada babak final di Aviva Stadium, Kamis (23/5) dinihari WIB.  La Dea menang 3-0 lewat hat-trick Ademola Lookman.

Ini menjadi laga final pertama Atalanta di pentas Eropa. Tim asal Bergamo itu langsung mampu membawa trofi Liga Europa ke Italia setelah terakhir kali singgah pada 1999.

Sebelum Atalanta, Parma adalah tim asal Italia yang terakhir menjadi juara Liga Europa atau yang kala itu masih bernama UEFA Cup. Di musim 1998/1999, Parma juara usai mengalahkan Marseille.

Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini mengatakan timnya pantas menjuarai Liga Europa musim ini,  sebab  mampu mengalahkan para pemuncak liga sebelum bertakhta.

Mereka tak terkalahkan di fase grup dengan empat kemenangan dan dua seri. Lalu, di babak gugur, Atalanta cuma kalah sekali dari Liverpool di leg kedua perempatfinal dengan skor 0-1 dan meraih tiga kemenangan serta dua seri.

Atalanta juga tidak terkalahkan saat menghadapi tim-tim pemuncak liga-liga top Eropa. Sporting yang jadi juara Liga Portugal musim ini dua kali imbang dan dua kali kalah. Ini jadi trofi kedua sepanjang sejarah klub itu.

“Saya rasa kami sudah mencatatkan sejarah, dan juga dengan cara kami memenanginya. Luar biasa. Kami mengalahkan Liverpool dan Sporting yang jadi juara liga. Kami bertemu Liverpool saat mereka memuncaki Premier League dan kini giliran juara Liga Jerman. Para pemain hebat sekali. Performa yang takkan terlupakan,” ujar Gasperini di situs resmi UEFA.

Kesuksesan itu menjadikan pelatih berusia 66 tahun tersebut meraih trofi pertama dalam kariernya. Dia sempat tiga kali membawa Atalanta ke final Coppa Italia. Semua kesempatan itupun sekali digagalkan Lazio dan dua kali oleh Juventus.

Gasperini memulai karier pelatih dengan membesut tim junior Juventus pada 1994 sampai 2023. Dia kemudian menukangi Crotone, Genoa, Inter Milan, Palermo, serta kemudian mendarat di Atalanta pada 2016.

Ademola Lookman tampil trengginas di laga tersebut. Ia jadi starter, dipasang di lini depan  bersama Charles de Ketelaere dan Gianluca Scamacca. Lookman sudah meneror pertahanan Leverkusen sejak awal.

Ada enam kali dilanggar lawan, enam kali menyentuh bola di kotak penalti, empat kali gocekan sukses, dan mampu mencetak gol dari tiga shot on target sepanjang. Lookman jadi pemain pertama yang bikin hat-trick di final Liga Europa/Piala UEFA, sekaligus jadi yang pertama selama kariernya. Ia pun didaulat sebagai Man of The Match di laga itu. Dia memenangi sembilan duel dan sembilan kali merebut penguasaan bola.

Jika ditotal dengan seluruh kompetisi antarklub Eropa, Lookman adalah pemain keenam yang mencetak tiga gol final dan yang pertama sejak Jupp Heynckes pada 1975. “Ini adalah salah satu malam terbaik dalam hidup saya. Performa luar biasa dari tim. Kami berhasil, fantastis. Saya senang kami bisa menang. Kami membuat sejarah,” ujar Lookman kepada TNT Sports.

Sementara pelatih Bayer Leverkusen Xabi Alonso mengakui Atalanta memang bermain lebih baik  “Kami harus akui bahwa Atalanta lebih baik dan pantas menjadi juara. Kami punya banyak masalah setelah gol pertama Atalanta dan tidak bisa menemukan solusinya. Sangat sulit untuk membuat peluang emas. Ini memang bukan harinya kami. Mereka tampil lebih baik. Ini adalah buah dari kerja kerasnya selama ini (Gasperini) dan saya mendoakan yang terbaik untuk masa depannya,” ujar Alonso di situs resmi UEFA.

Leverkusen juga harus mengubur impiannya meraih treble.  Ini juga kekalahan pertama   setelah 361 hari tidak tumbang. Kekalahan terakhir Leverkusen didapat saat kalah 0-3 dari Bochum pada Mei 2023.

Leverkusen masih punya satu kesempatan meraih trofi saat bertemu Kaiserslateurn di final DFB-Pokal akhir pekan ini.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media