International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

Jokowi Pastikan Pemilu 14 Februari 2024, Sudahi Wacana Penundaan Pemilu  

Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang.

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyatakan, partainya mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo yang menegaskan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 digelar pada 14 Februari 2024.

Eddy mengatakan, pernyataan Jokowi tersebut menghapus berbagai asumsi mengenai wacana penundaan Pemilu 2024 yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.

“Dengan demikian berbagai diskursus terkait topik “penundaan Pemilu” sudah sepatutnya dihentikan dan kita fokus pada persiapan dan penganggaran Pemilu 2024, agar Pemilu 2024 bisa terlaksana tanpa hambatan, mengingat tahapan Pemilu akan dimulai bulan Juni yang akan datang,” kata Eddy dalam keterangan tertulis, Senin (11/4).

Eddy menuturkan, pernyataan Jokowi tersebut merupakan bentuk komtimennya untuk taat pada konstitusi.

“Selaras dengan itu, kami di PAN juga memiliki komitmen yang sama untuk tunduk dan patuh pada konstitusi serta bersama-sama merawat dan menjaga demokrasi kita,” ujar Eddy.

Eddy pun menegaskan, PAN siap berkompetisi pada Pemilu 2024 mendatang. Ia menyebut, partainya telah melakukan konsolidasi dari tingkat pusat hingga daerah. Wakil ketua Komisi VII DPR itu mengatakan, pada awal 2021 lalu pun, PAN juga sudah mempersiapkan rekrutmen saksi pemilu dan persiapan verifikasi administrasi.

PAN menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pemilu di Indonesia untuk mencegah kejadian pada Pemilu 2019 di mana banyak petugas pemilu yang meninggal dunia.

“Apalagi beban penyelenggara Pemilu di tahun 2024 semakin berat karena di tahun yang sama juga menyelenggarakan Pilkada di seluruh Indonesia yang berjumlah 572. Sungguh sebuah kerja yang tidak ringan dan kompleks,” kata Eddy.

Seperti diketahui, PAN merupakan salah satu partai yang sempat menyuarakan wacana menunda Pemilu 2024, dua partai lain yang pernah mengangkat wacana ini adalah Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Diberitakan sebelumnya, dalam rapat terbatas kabinet pada Minggu (10/4), Jokowi menegaskan bahwa Pemilu 2024 tetap dilaksanakan sesuai jadwal, yakni 14 Februari 2024.

“Yang pertama, saya minta disampaikan kepada masyarakat bahwa seluruh tahapan dan jadwal pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak itu sudah ditetapkan,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan yang dikutip dari channel Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (10/4).

“Saya kira sudah jelas, sudah tahu bahwa Pemilu akan dilaksanakan 14 Februari 2024,” kata Kepala Negara.

Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang menilai, dengan pernyataan Presiden Jokowi bahwa Pemilu dilaksanakan pada 14 Februari 2024, maka hal itu tetap berdasarkan keputusan di legislatif. Ia menegaskan, terkait Pemilu merupakan ranah dari legislatif, bukan pihak eksekutif.

“Pemilu kan sudah diputuskan di Komisi 2, 14 Februari 2024, itu menjadi pemilu presiden dan pemilu legislatif. Untuk November itu adalah Pilkada serentak seluruh Indonesia sudah kita putuskan, jadi kenapa harus ribut gitu ya?,” kata Junimart ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/4).

Politisi PDI-P itu juga menyentil beberapa menteri yang justru menyuarakan penundaan pemilu. Padahal, menurut dia, pihak eksekutif tidak berwenang berbicara soal pemilu.

“Kedua, masalah tunda, perpanjangan, mundur atau apapun menyangkut pemilu, itu menjadi kewenangan legislatif, bukan kewenangan eksekutif,” ucapnya. “Jadi jangan bicarakan yang bukan ranahnya, kan begitu,” tambahnya.***

Osmar Siahaan

Komentar