Jokowi Minta Pemda Tidak Sibuk Buat Aturan saat Manangani Bencana Alam

Ilustrasi Gunung Meletus

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah dalam penanganan bencana jangan hanya sibuk menyusun aturan saja, sementara yang utama dalam penanganan dampak dari bencana itu  malah terlupakan.

Penegasan ini disampaikan Presiden Jokow saat membuka  Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2021 di Istana Negara, Rabu (3/2).

“Saya ingin menegaskan beberapa hal. Pertama jangan kita disibukkan, jangan sibuk membuat aturan, tapi yang utama adalah pelaksanaan di lapangan,” ujar Jokowi dipantau dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.

“Karena itu yang dilihat oleh masyarakat, dilihat oleh rakyat. Yang utama adalah aspek pengendaliannya dan penegakan standar-standar di lapangan,” lanjutnya.

Jokowi mencontohkan, yang berkaitan dengan bencana gempa bumi, ada standar bangunan tahan gempa, fasilitas umum dan fasilitas sosial yang tahan gempa. Hal-hal seperti itu harus dikawal dalam pelaksanaannya dan harus diikuti dengan audit ketahanan bangunan agar betul-betul sesuai standar.

Sehingga kalau terjadi lagi bencana gempa di suatu lokasi, korban yang ada bisa diminimalisasi. Selain itu, nantinya pemda bisa segera melakukan koreksi dan penguatan apabila tidak sesuai dengan standar-standar yang ada.

Kedua, pemda diminta merumuskan kebijakan untuk mengurangi risiko bencana.

“Harus benar-benar terintegrasi. Tidak boleh ada ego sektoral, tidak boleh ada ego daerah. Semuanya terintegrasi, benar-benar terintegrasi. Semuanya saling mengisi, semuanya saling menutup,” katanya.

Ketiga, manajemen tanggap darurat serta kemampuan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi harus cepat dilakukan pemda. Jokowi mengingatkan bahwa kecepatanlah yang dilihat oleh masyarakat mengenai rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Jangan sudah lebih dari satu tahun belum muncul apa yang sudah kita sampaikan, apa yang sudah kita janjikan,” ungkapnya.

 Keempat, pemda harus memastikan sistem peringatan dini bencana berfungsi dengan baik. Sehingga dapat bekerja dengan cepat dan bisa bekerja dengan akurat. Menurut Jokowi, kecepatan adalah kunci menyelematkan dan mengurangi jatuhnya korban.

“Melakukan simulasi bencana secara rutin di daerah rawan bencana, sehingga warga semakin siap menghadapi bencana yang ada,” tambahnya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp