Jokowi Minta Bukti kepada Amien Rais Cs, Penembakan 6 Laskar FPI Langgar HAM

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bukti dugaan pelanggaran HAM terkait kasus penembakan 6 anggota Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta – Cikampek kepada Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam anggota Laskar FPI.

Kepala Negara tak ingin kasus kematian tersebut hanya berdasarkan keyakinan, bukan bukti.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam jumpa pers, tadi pagi.

“Saya katakan pemerintah terbuka, kalau ada bukti pelanggaran HAM berat mana? Sampaikan sekarang, atau nanti menyusul kepada presiden, bukti bukan keyakinan,” kata Mahfud menegaskan.

Mahfud mengatakan Jokowi sudah meminta Komnas HAM bekerja independen dalam mengungkap kasus penembakan 6 anggota Laskar FPI tersebut. Sejauh ini, kata Mahfud, Komnas HAM sudah memberikan laporan dan empat rekomendasi.

“Empat rekomendasi sepenuhnya sudah disampaikan kepada presiden agar diproses secara transparan adil dan bisa dinilai oleh publik, yaitu temuan Komnas ham yang terjadi di Cikampek, Tol Cikampek KM 50,” ujarnya.

Sebelumnya, Mafud menyebut Presiden Joko Widodo bertemu dengan tujuh anggota Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3). Mereka antara lain, Amien Rais, Abdullah Hehamahua, Marwan Batubara, Muhyiddin Junaidi, dan tiga orang lainnya.

Dalam pertemuan itu, Amien dkk meminta kepada Jokowi agar membawa kasus penembakan yang menewaskan 6 laskar FPI itu ke Pengadilan HAM karena dinilai sebagai bentuk pelanggaran HAM berat.

Mahfud mengatakan bahwa pertemuan berlangsung selama 15 menit. Dimana yang menjadi pokok pembahasan adalah terkait terbunuhnya laskar FPI.

 “Itu diurai dalam dua hal. Pertama harus ada penegakan hukum sesuai dengan ketentuan hukum. Sesuai perintah Tuhan hukum itu adil. Dan yang kedua ada ancaman dari Tuhan kalau orang membunuh orang mukmin tanpa hak maka ancamannya neraka jahanam,” ujarnya.

TP3 meyakini telah terjadi pembunuhan terdapat enam laskar FPI. Dimana TP3 meminta agar hal ini dibawa ke Pengadilan HAM karena merupakan pelanggaran HAM berat. “Hanya itu yg disampaikan mereka. Bahwa mereka yakin telah terjadi pembunuhan dengan cara melanggar HAM berat. Bukan pelanggaran HAM biasa. Sehingga enam laksar FPI itu meninggal,” kata Mahfud.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp