Joe Biden 3 Kali Jatuh Tersandung saat Naik Air Force One

WASHINGTON(IM) – Presiden Amerika Serikat Joe Biden jadi sorotan. Sebuah video yang beredar luas saat dia terjatuh di tangga Air Force One pun menjadi viral. Joe Biden terlihat tiga kali tersandung saat mau menaiki anak tangga pesawat tersebut.
Sebelum menaiki anak tangga pesawat, Joe Biden berbincang dengan seorang tentara pengawalnya. Setelah itu dia berlari kecil menaiki tangga.
Namun saat menaiki anak tanggak ke 9, Biden mulai tersandung, dia pun langsung berdiri. Selanjutnya menaki tangga ke 13 dia kembali jatuh kemudian berdiri lagi. Dan terakhir saat naik ke anak tangga ke 14 dia jatuh lagi hingga duduk.
Selang beberapa detik kembali berdiri dan melanjutkan masuk ke dalam pesawat. Terlihat tidak ada satupun yang membantu orang nomor satu di Amerika tersebut saat terjatuh.
Dilansir Independent, kejadian itu ternyata saat Biden mau terbang ke Atlanta, Georgia. Di sana, dia mau meninjau lokasi penembakan yang menewaskan 8 orang etnis Korea.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, Biden yang berusia 78 tahun tidak mengalami cedera dalam peristiwa itu.
“Saat itu kondisi angin sangat kencang. Saya sendiri juga hampir tersandung. Beliau (Biden) sehat seratus persen dan baik-baik saja,” kata Karine.
Sementara itu, Stephen Miller, mantan penasihat senior Donald Trump, mengkritik keras rentetan kejadian memalukan yang dipertontonkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden . Kejadian-kejadian itu termasuk insiden jatuh di tangga pesawat Air Force One tiga kali.
Lebih lanjut, Miller mengatakan orang-orang Amerika sekarang kurang aman sebagai akibat dari kebijakan pemerintah Biden yang lemah.
Dia memperingatkan pada Jumat bahwa kesalahan verbal dan insiden terpeleset Presiden Biden menjadi “krisis keamanan nasional”.
“Musuh kita di seluruh dunia Iran, Rusia dan Venezuela dan Tiongkok mereka melihat Amerika Serikat dan wakil utamanya, presiden negara kita, yang bahkan tidak dapat melewati wawancara softball tanpa lembar contekan dan jatuh tiga kali saat menaiki tangga. Menyedihkan untuk dilihat,” kata Miller saat tampil di “Hannity” Fox News.
Pernyataan Miller muncul setelah pembawa acara Sean Hannity memutar klip yang menunjukkan Biden memerlukan lembar contekan saat menjawab pertanyaan dan menyebut wakil presidennya sendiri dengan sebutan “Presiden Harris”.
“Saya tidak menyukainya. Ini sangat serius. Saya telah berjalan naik-turun tangga itu berkali-kali. Tangga itu tidak licin, dan Angkatan Udara memastikan tangga itu tidak licin,”kata Miller.
Hannity mencatat bahwa media sebagian besar diam atas insiden tersandung Biden, kontras dengan liputan dari dinding ke dinding tentang Presiden Donald Trump yang dengan hati-hati berjalan menuruni jalan setelah sebuah acara di West Point, New York.
Dia memutar klip reporter Associated Press Jonathan Lemire dan MSNBC Joe Scarborough yang mengkritik Trump dan berteori tentang kebugarannya untuk jabatan.
Saat itu, Lemire mengatakan kondisi fisik Trump seharusnya membuatnya sulit untuk mengkritik Biden selama kampanye pemilihan presiden 2020.
“Saya menunjukkan apa yang sudah jelas, karena dia adalah Presiden Amerika Serikat, pemimpin dunia bebas, panglima tertinggi. Ini adalah pekerjaan tersulit di dunia—pekerjaan yang paling menuntut di dunia,” kata Hannity.
Kemudian di segmen tersebut, Miller mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dengan jelas mengetahui ketajaman Biden, itulah sebabnya mantan agen KGB itu baru-baru ini menantang presiden Amerika untuk berdebat yang disiarkan langsung setelah dia disebut “pembunuh.”
“Mereka secara terbuka mengejek kami. Mereka mengejek Presiden Biden. Itu memalukan dan itu diperparah dengan fakta ketika Anda memiliki seorang panglima yang ‘tidak ada di rumah’ dan tidak ada di sana,” katanya.
“Anda akan mengalami episode memalukan seperti yang terjadi di Alaska di mana China berani menguliahi kami tentang hak asasi manusia. Dan [Menteri Luar Negeri Antony] Blinken dan [Penasihat Keamanan Nasional Jake] Sullivan hanya duduk di sana dan menerimanya?,” kesalnya.
Miller menyimpulkan bahwa para diplomat AS semestinya meminta maaf kepada Amerika karena mereka tidak memiliki kepemimpinan di puncak.
“Presiden tidak ada di rumah. Negara lain melihat kelemahan itu dan mereka menerkam dan kita semua kurang aman,” papar Miller.

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp