JCI East Java dan Srijaya Peduli Pinjamkan 5 Mobil Jenazah untuk Pemkot Surabaya

Wali kota Surabaya Eri Cahyadi (tengah) secara simbolis menerima bantuan pinjaman mobil dari Srijaya Peduli dan JCI East Java.

SURABAYA—JCI (Junior Chamber Internasional) East Java bersama Srijaya Peduli serta Komunitas Woman Enteprenur menyerahkan bantuan fasilitas kendaraan ke Pemkot Surabaya, yang akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional pengangkutan jenazah Covid-19 di Kota Pahlawan, Jumat (9/7). 

       Selain meminjamkan fasilitas kendaraan, mereka juga menyumbangkan ribuan APD (Alat Pelindung Diri), masker KN-95, serta 2.000 kotak makanan, untuk pasien yang melakukan isolasi mandiri di Asrama Haji Surabaya.

       Wali Kota Eri Cahyadi usai menerima secara simbolis penyerahan bantuan tersebut, menyatakan terima kasih atas peminjaman mobil pengangkut pasien ataupun jenazah pasien Covid-19 oleh Srijaya Peduli. Karena dapat mempercepat proses penanganannya. Sebab saat ini Pemkot Surabaya kekurangan mobil pengangkut mobil jenazah.

Wali kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan) didampingi Margaret Srijaya dan Andry Tejokusuma, melihat bagian dalam kendaraan.

       “Dengan bantuan peminjaman mobil ini, Insya Allah kita bisa mempercepat jika ada warga yang membutuhkan. Sehingga waktu yang dibutuhkan tidak lama seperti sekarang ini,” ujar Eri. 

       Terkait bantuan dua ribu kotak makanan untuk pasien isolasi mandiri sumbangan JCI East Java, Eri akan mengatur secara teknis pembagiannya. Karena dari jumlah tersebut dapat digunakan untuk makan pagi hingga malam.

       Pada kesempatan yang sama, General Manager Srijaya Building Margaret Srijaya menjelaskan,  perusahaannya mendapat informasi bahwa Pemkot Surabaya kekurangan mobil jenazah. Sehingga pihaknya tergerak untuk membantu permasalahan tersebut. Dan tak menutup kemungkinan menambah unit jika ada permintaan pinjaman lagi.

Bantuan pinjaman kendaraan akan dimanfaatkan Pemkot Surabaya sebagai mobil pengangkut pasien ataupun jenazah pasien Covid-19. 

“Untuk peminjamannya kurang lebih selama tiga bulan, tapi nanti kalau misalkan Pemkot masih membutuhkan kita bisa perpanjang,” ujar Margaret.

       Sementara itu, Presiden JCI East Java Andry Tejokusuma mengatakan, pihaknya merasa terpanggil untuk peduli dengan sesama selama pandemi Covid-19, khususnya saat PPKM Darurat. Sehingga menyumbangkan dua ribu makanan nasi kotak untuk pasien yang isolasi mandiri. Dan tak menutup kemungkinan jumlahnya bakal bertambah.

“Kita ingin menjadi warga yang baik dan berkontribusi pada masyarakat. Jadi kita ingin membantu meringankan beban pemerintah kota juga,” ujar Andry.

Ribuan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker KN-95.

       Kedepannya, JCI East Java juga bakal memberikan bantuan kantong mayat dan tabung oksigen ke Pemkot Surabaya, untuk mengatasi peningkatan pasien Covid-19.

“Kami juga menggelar donor plasma konvalesen berhadiah Rp250 Ribu sebagai bentuk penghargaan kepada penyintas Covid-19. Karena telah mempunyai semangat kepahlawanan membantu sesama yang membutuhkan di situasi genting seperti sekarang,” pungkasnya. anto tse

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp