Jawa Barat Salurkan Bantuan Obat dan Vitamin Bagi Penderita Covid-19

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menunjukkan paket bantuan obat-obatan dan vitamin yang akan disalurkan kepada penderita Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung, Kamis (8/7).

BANDUNG- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyalurkan bantuan obat dan vitamin bagi penderita Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.
“Curhatan warga selama ini yaitu konsultasi dan obat yang susah dan sebagainya, kita selesaikan dengan sistem yang kita punya di Pikobar,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sebagaimana dikutip dalam siaran pers pemerintah provinsi di Bandung, Jumat (9/7).
Ia mengatakan bahwa pemerintah provinsi bekerja sama dengan 10 perusahaan farmasi untuk membantu mengatasi masalah penderita Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan obat dan vitamin berdasarkan kondisi penderita Covid -19. Bantuan Paket A ditujukan bagi penderita Covid -19 tanpa gejala, Paket B bagi penderita dengan bergejala ringan, dan Paket C untuk penderita yang bergejala sedang.
“Paket A itu khusus OTG hanya vitamin suplemen, Paket B gejala ringan dengan obat antibiotik dan anti-virus. Juga yang Paket C itu anti-virusnya lebih keras dan mudah-mudahan sembuhnya juga lebih cepat,” kata Gubernur.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan fitur layanan informasi mengenai isolasi mandiri di laman Pusat Informasi dan Koordinasi Covid -19 Jawa Barat (Pikobar) guna mendukung penanganan penderita Covid -19 yang menjalani isolasi mandiri.
Melalui layanan itu, warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena terinfeksi virus korona bisa mengakses panduan pelaksanaan isolasi mandiri dan layanan tele-konsultasi serta mengajukan permohonan bantuan obat dan vitamin.
“Selama ini kami melihat tekanan luar biasa pada rumah sakit. Padahal tidak semuanya sebenarnya perlu dirawat di rumah sakit, hanya sekian persen sebenarnya bisa dirawat di luar rumah sakit atau menjalani isoman,” kata Ridwan Kamil.
“Yang menjalani isoman jumlahnya cukup banyak dan saya menerima komplain dari warga yang kebingungan harus berkonsultasi ke siapa. Lalu, mereka juga kebingungan mendapatkan obat-obatan dan suplemen,” ujar dia menambahkan.
Ia menjelaskan, pemerintah provinsi menyediakan layanan konsultasi dari jarak jauh untuk mengurangi beban rumah sakit-rumah sakit di wilayah Jawa Barat, yang tingkat keterpakaian tempat tidur pasiennya mencapai 91 persen pada Minggu (4/7).
“Problem di luar rumah sakit ini menjadi latar belakang dan inisiatif Pemda Provinsi Jabar membuka konsultasi dokter secara online melalui Pikobar dan memberi obat serta suplemen gratis sesuai prosedur kepada mereka yang isoman,” katanya. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp