Saturday, 15 June 2024

Search

Saturday, 15 June 2024

Search

“Jam Kiamat” Diatur Ulang karena Ada Perang Rusia-Ukraina

Mantan Gubernur California Jerry Brown (kiri) dan eks Menteri Pertahanan AS William Perry (kanan) meluncurkan Jam Kiamat oleh Bulletin of the Atomic Scientists dalam konferensi pers di Washington DC, 24 Januari 2019.

“Jam kiamat” diatur ulang pada Selasa (24/1) karena ada perang Rusia-Ukraina. Alat ini merupakan hasil penilaian para ahli sains dan keamanan terkemuka tentang bahaya bagi eksistensi manusia.

Bulletin of the Atomic Scientists yang membuat “jam kiamat” atau Doomsday Clock pada Selasa pukul 10.00 waktu setempat akan mengumumkan, apakah waktu jam simbolik tersebut bakal berubah.

Organisasi itu menggambarkan “jam kiamat” sebagai metafora tentang seberapa dekat umat manusia dengan kehancuran diri. Mereka juga mengatakan, pengaturan ulang tahunan ini harus dilihat sebagai ajakan untuk bertindak membalikkan jarum jam.

Keputusan mengatur ulang jarum “jam kiamat” diambil setiap tahun oleh dewan sains dan keamanan Bulletin of the Atomic Scientists, serta dewan sponsornya yang mencakup 11 pemenang Nobel.

Untuk tahun 2023, Bulletin of the Atomic Scientists akan mempertimbangkan perang Rusia-Ukraina, ancaman lingkungan, proliferasi senjata nuklir, krisis iklim yang berkelanjutan, kampanye disinformasi oleh negara, dan gangguan teknologi.

Jarum “jam kiamat” yang paling mendekati tengah malam adalah 100 detik menuju waktu tersebut pada Januari 2021, dan tahun lalu masih sama.

“Jam tetap paling dekat dengan kiamat yang mengakhiri peradaban karena dunia masih terjebak dalam momen yang sangat berbahaya,” kata Bulletin of the Atomic Scientists di acara tahun lalu, dikutip dari kantor berita AFP.

“Jam kiamat” awalnya disetel pada tujuh menit hingga tengah malam. Waktu terjauh dari tengah malam adalah 17 menit, setelah berakhirnya Perang Dingin pada 1991. Bulletin of the Atomic Scientists didirikan pada 1945 oleh Albert Einstein, J Robert Oppenheimer, dan para ilmuwan lain yang bekerja di Proyek Manhattan yang menghasilkan senjata nuklir pertama. ***

Osmar Siahaan

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media