Jaksa Tangkap Terpidana Kasus Pembobolan Dana Pensiun PT Taspen Rp1,4 Triliun

Gedung Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta

 JAKARTA (IM)-  Kejaksaan menangkap terpidana kasus pembobol dana pensiun PT Taspen, Bety, yang disinyalir merugikan keuangan negara senilai Rp1,4 triliun. Bety ditangkap di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (2/3) malam, tanpa melakukan perlawanan.

“Terpidana Bety merupakan Komisaris Utama PT Sinergi Millenium Sekuritas (eks. PT Millenial Danatama Sekuritas) yang terlibat dalam perkara tindak pidana korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pembobolan dana pensiun (Dapen) PT Pertamina,” kata Kasipenkum Kejati DKI, Ashari Syam dalam keterangan tertulis ya g diterima wartawan di Jakarta, Rabu (3/3).

Ashari menyebut, terpidan Bety secara sah dan meyakinkan korupsi secara bersama-sama sesuai putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2496 K/Pid.Sus/2020 tertanggal 9 September 2020.

Dalam perkara ini, Beny melanggar Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Ayat (1) Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Ia dijatuhi hukuman pidana selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta. Apabila tak kunjung dibayar, Bety wajib mengganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Kemudian, dijatuhi pidana tambahan berupa pembayaran uang senilai Rp 700 juta.

“Sehingga ia dijatuhi hukuman pidana penjara selama 5 tahun, dan pidana denda sebesar Rp 200 juta. Apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Selain pidana pokok, terpidana juga dijatuhi pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp777.331.421,” paparnya.

Setelah ditangkap, Bety langsung dieksekusi ke Lapas Perempuan Klas II A Pondok Bambu Jakarta Timur.

Sebagai informasi, kasus ini bermula saat Edward Seky Soeryadjaya –tersangka lain– yang merupakan direktur perusahaan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk (SUGI), Ortus Holding Ltd, berkenalan dengan Presiden Direktur Dana Pensiun PT Pertamina Muhammad Helmi Kamal Lubis pada pertengahan 2014.

Perkenalan itu berlanjut dengan kesepakatan bisnis berupa permintaan agar Dana Pensiun Pertamina membeli saham SUGI. Akhirnya, Helmi pun melakukan pembelian saham SUGI senilai Rp601 miliar lewat PT Millenium Danatama Sekuritas. Namun belakangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya kerugian negara dalam pembelian saham SUGI tersebut sebesar Rp599 miliar. Atas temuan ini, Jampidsus Kejagung menetapkan Helmi sebagai tersangka.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp