Jaga Kepercayaan Masyarakat, BPTJ Gencarkan Manfaat Besar Transportasi Publik

Kepala BPTJ Ir.Polana B. Pramesti, MSc

JAKARTA–Meskipun masa pandemi ini melahirkan berbagai kebijakan pembatasan kapasitas dan penegakkan protokol kesehatan yang ketat di semua jenis angkutan umum massal, tidak menghalangi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan pemahaman publik tentang manfaat besar dari angkutan umum massal.

Upaya ini juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam  menggunakan transportasi publik selama pandemi ini jika terpaksa keluar rumah atau bermobilitas sehari-hari.

Kepala BPTJ Polana B. Pramesti mengungkapkan di masa pandemi ini, BPTJ terus mengkoordinasikan dan memastikan transportasi umum berlangsung selamat, aman, nyaman, sehat dan ramah lingkungan serta ketat menegakkan protokol kesehatan.

“Pembatasan kapasitas dan penegakan protokol kesehatan pada masa pandemi ini justru bagian dari upaya untuk tetap membangun kepercayaan publik terhadap angkutan umum massal agar tidak terjadi penularan covid di angkutan umum massal,” ujar Polana.

Agar lebih meningkatan kepercayaan public, imbuhnya,  dilakukan pula kegiatan bersama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Ombudsman untuk memantau protokol kesehatan pada layanan angkutan umum massal perkotaan di wilayah Jabodetabek.

 “Pembatasan kapasitas tersebut otomatis akan berdampak pada penurunan jumlah penumpang, namun kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan umum massal tetap terjaga,” ujar Polana dalam Webinar “Bermobilitas Harian Dengan Transportasi Publik, Siapa Takut?” di Jakarta, belum lama ini.

Hadir juga dalam Webinar tersebut Artis dan Pegiat Lingkungan Hidup Nadine Chandrawinata dan Founder & Chairman Junior Doctor Network Indonesia dr. Andi Khomeini Takdir, SpPD.

“BPTJ selalu berusaha memanfaatkan berbagai momentum untuk dapat melakukan kampanye peningkatan kesadaran penggunaan angkutan umum massal perkotaan dan NMT. Salah satunya memanfaatkan momentum Hari Kesehatan Internasional yang diperingati setiap 7 April untuk menyampaikan pentingnya kesadaran penggunaan transportasi publik dan NMT dalam mendukung terwujudnya kesehatan personal dan kesehatan masyarakat. Dalam penyampaian pesan BPTJ juga selalu berusaha melibatkan kelembagaan lain karena isu transportasi perkotaan sebenarnya secara langsung erat kaitannya dengan isu publik lainnya seperti kesehatan dan lingkungan,” jelas Polana.  ***

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp