Jadi Lokasi Urban Tourism, Jalan Cikini Raya akan Dihiasi Mural

Seorang lansia beraktivitas di Jalan Cikini Raya, Jakarta.

JAKARTA- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menghiasi kawasan Jalan Cikini Raya di Jakarta Pusat dengan mural karya para seniman. Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Hari Wibowo mengatakan, rencana tersebut saat ini sedang dibahas bersama para seniman pegiat mural.

“Saat ini masih dalam tahap pembicaraan, namun target nanti akhir tahun ini akan selesai,” kata Hari, Kamis (16/9).

Mural yang akan dibuat dengan menggandeng seniman mural tersebut untuk memperindah salah satu kawasan bersejarah di Jakarta. “Proyek dalam rangka beautifikasi kota ini, menggunakan sumber pendanaan lain selain dari APBD,” kata Hari.

Hari menyebutkan, hanya mereka yang lolos seleksi rancangan yang akan diizinkan untuk menghiasi titik-titik yang telah ditentukan Dinas Pariwisata dengan mural. Hari belum bisa merinci lokasi yang akan dihiasi dengan mural oleh para seniman karena masih harus diurus perizinannya.

“Saat ini titiknya belum fix karena ada gedung-gedung milik swasta yang kami masih mintakan izinnya, tapi yang pasti di tiang pancang KAI itu akan dihiasi mural,” kata Hari.

Cikini dan sejumlah wilayah lainnya di Jakarta dirancang menjadi destinasi wisata perkotaan (urban tourism) di Ibu Kota. Hari menyebutkan, yang menjadi daya tarik wisata di Cikini adalah sejarahnya. Sepanjang jalan yang terletak tak jauh dari pusat pemerintahan Indonesia dan Provinsi DKI Jakarta itu, berjejeran bangunan bersejarah dan memiliki kisah tersendiri melintas zaman.

Berdasarkan penelusuran berbagai sumber, mulai dari era kolonial, kawasan Cikini berkembang seiring dengan perkembangan kawasan perumahan di Gondangdia yang tergambar pada Gedung Kantor Pos di ujung Jalan Cikini dan rumah pelukis terkenal Raden Saleh, Syarif Bustaman yang sekarang menjadi kantor RS PGI Cikini.

Sejarah di Cikini juga tergambar dari bangunan-bangunan dan usaha-usaha legendaris seperti Bakoel Coffe (1878), Rumah Ida Kurani Soedibjo yang menjadi lokasi tiket box berbagai acara di Jakarta, serta Rumah dan Pabrik Roti Tan Ek Tjoan.

Ada juga rumah pengusaha era kemerdekaan Hasjim Ning, tempat usaha kacamata orang Indonesia pertama A Kasoem, hingga Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dulunya merupakan halaman dan kebun binatang mini milik Raden Saleh. ***


Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp