ITS dan Denmark Besut Kerja Sama Sektor Maritim dan Pendidikan

Partisipan yang hadir dalam diskusi terkait sektor kerja sama antara ITS dengan Denmark.

SURABAYA–Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menindaklanjuti hubungan kerja sama dengan Kedutaan Besar Denmark di Indonesia, melalui pertemuan secara daring, Jumat (9/7) lalu.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak berdiskusi mengenai opsi sektor kerja sama yang akan digagas ke depannya.

        Dalam sambutannya, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menilai, peralihan sumber energi pada transportasi adalah sebuah potensi besar. Terutama dalam sektor maritim dan elektrik, yang sudah menjadi fokus ITS sejak lama.

“Sehingga kami siap untuk bersinergi dengan pemerintah Denmark, merujuk pada poin kunci dalam Revolusi Industri 4.0, yakni energi, kecepatan, dan kreativitas,” ujarnya. 

        Sejalan dengan pernyataan Ashari, Duta Besar (Dubes) Denmark untuk Indonesia Lars Bo Larsen, percaya bahwa sektor maritim memang memiliki peran penting dalam kerja sama kedua negara. Apalagi kondisi alam Indonesia dan Denmark hampir serupa, yakni terdiri atas berbagai pulau.

        Untuk itu, Lars Bo Larsen mengungkapkan bahwa Denmark dan Indonesia melalui ITS, dapat bekerja sama untuk menghadirkan ekosistem yang hijau dan berkelanjutan.

“Dengan ini kami ingin berkolaborasi, mengacu pada posisi strategis Indonesia untuk mengembangkan bisnis maritim, seperti halnya riset pembuatan green ship,” ujar Larsen. 

        Dalam rangka mengeksplorasi peluang kerja sama yang ada, beberapa jajaran direktorat terkait di ITS pun hadir, untuk memaparkan berbagai macam riset yang sudah dilakukan selama ini. Antara lain pemaparan dari Direktur Riset dan Pengembangan Masyarakat (DRPM) ITS Agus Muhamad Hatta ST MSc PhD dan Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS Dr Ir Achmad Affandi DEA, serta Manajer Unit Klaster Inovasi Maritim ITS Ir Tri Achmadi PhD. 

        Menurut Tri Achmadi, bahwa kerja sama dapat segera dilanjutkan pada proses penandatangan nota kesepahaman. Sehingga perlu disepakati apa saja yang akan dikehendaki dalam kerja sama ini, terutama terfokus pada sektor maritim.

“Dalam hal ini, kita dapat mengadakan diskusi untuk pengembangan green ship antara ITS, Pemerintah Denmark, dan Kementerian Pertahanan RI, yang memang sudah bersinergi dengan ITS seputar desain kapal sejak tahun 2018 lalu,” ujarnya. 

        Usulan tersebut disambut baik oleh Lars Bo Larsen yang mengungkapkan, bahwa selain sektor maritim, kedua pihak juga bisa kerja sama dalam bidang akademik, yang dapat dibina ITS dengan kampus yang ada di Denmark. Ke depannya, akan menjadi bahasan mengenai program pertukaran pelajar dan kolaborasi penelitian antar kedua negara. anto tse

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp