International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Istri dan Anak Sambo Seharusnya Tidak Berhak Didampingi Ajudan

Ferdy Sambo saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.

JAKARTA – Penasihat ahli Kapolri bidang hukum pidana, Chairul Huda mengatakan, dalam kepolisian, ajudan hanya boleh melekat kepada pejabat Polri. Sementara untuk posisi istri dan anak dari pejabat Polri tidak berhak mendapatkan pendampingan.

Namun, ternyata dalam realitasnya masih banyak pejabat Polri yang menugaskan sejumlah polisi untuk menjadi ajudan bagi istri dan anak mereka.

“Ajudan di Polri itu kan seharusnya untuk kepentingan yang bersangkutan. Ajudan itu bukan untuk (mengawal) istri (Ferdy Sambo) dan anaknya. Tapi, Bripka RR (Ricky Rizal) itu kan ditugaskan untuk mengawal anaknya di Magelang. Sementara, Brigadir J diminta untuk menjadi ajudan istrinya,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (20/9).

Akan hal itu, pihaknya setiap tahun selalu memberikan masukan kepada Kapolri untuk dapat diawasi. Hal itu, dikarenakan perbandingan jumlah personel Polri dengan rakyat yang harus dilayani sudah tidak lagi imbang.

“Ternyata di lapangan, sebagian polisi malah melayani perwira tinggi atau perwira di kepolisian. Menurut saya, praktik tersebut gak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Chairul pun mengatakan bahwa selama ini delapan ajudan dari Ferdy Sambo digaji melalui uang anggaran Polri dan bukan dari pribadi Ferdy Sambo dan Istri.

“Kalau ada dua atau tiga ajudan yang melekat ke Pak Sambo masih wajar, karena mungkin terkait keamanan Beliau. Tetapi, apa gunanya ajudan ikut melekat ke keluarganya dan sudah pasti mereka digaji dari APBN,” jelasnya. ***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga