International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Iran Kian Membara, Demonstran Serang Gedung Pemerintahan

TEHERAN – Demonstrasi di Iran semakin membara dan para demonstran mulai melakukan serangan ke gedung pemerintahan.

Insiden tersebut terjadi di Mahabad, Kamis (27/10), setelah kemarahan para demonstran memuncak usai salah satu dari mereka tewas.

Kematian Ismaeil Mauludi, 35 tahun, memicu kekacauan sehingga para pengunjuk rasa berusaha masuk ke kantor-kantor pemerintah.

Dikutip dari Sky News, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Norwegia, Hengaw, mengatakan Mauludi dibunuh oleh pasukan keamanan saat berdemonstrasi pada Rabu (26/10).

Dalam rekaman yang dibagikan oleh Hengaw, para pengunjuk rasa terlihat melanggar pagar perimeter sebelum bubar dalam hujan tembakan.

Insiden itu mengikuti demonstrasi massal di seluruh Iran yang terjadi pada Rabu.

Demonstrasi juga terjadi di kota Kurdi, Saqqez, di mana orang-orang turun ke jalan di pagi hari.

Kota tersebut merupakan kampung halaman Mahsa Amini, perempuan 22 tahun yang kematiannya menimbulkan demonstrasi besar-besaran di Iran.

Amini dilaporkan tewas setelah ditangkap oleh polisi setelah kedapatan tak menggunakan jilbab.

Kerumunan besar orang pergi ke makam Mahsa untuk menandai 40 hari kematiannya.

Itu menjadi sebuah tonggak penting bagi Iran karena menandai akhir dari masa berkabung tradisional.

Pasukan Iran dilaporkan berusaha mencegah orang-orang berkumpul di makam Amini. Tetapi laporan dari media yang berafiliasi dengan negara, membantah kehadiran aparat keamanan dalam jumlah besar di lokasi itu.

Namun, rekaman video yang diunggah ke media sosial menunjukkan sebaliknya.

Pada bagian pertama klip rekaman memperlihatkan setidaknya tujuh polisi menggunakan peralatan perlindungan membawa perisai anti-kerusuhan. 

Pada rekaman itu, pasukan keamanan juga terlihat di ujung barat Madar Blvd, yang terletak berdekatan dengan salah satu jalan utama menuju pemakaman di Aichi, di mana banyak pengunjuk rasa bergerak ke sana.

Meski pasukan keamanan Iran berusaha menghalau, ribuan warga Iran tetap datang.

Dilaporkan sekitar 8.000 orang berjalan bersama menuju ke makam Amini.

Namun, sumber antipemerintah memperkirakan jumlahnya lebih banyak yaitu mencapai angka 35.000 orang.

Frans Gultom

Komentar