Inggris Kembangkan Pil Kamera untuk Deteksi Kanker

JAKARTA (IM)-Peneliti Inggris mulai mengembangkan pil kamera yang dapat ditelan pasien untuk mendeteksi adanya kanker atau penyakit lain seperti Crohn atau penyakit radang usus kronis yang memengaruhi lapisan saluran pencernaan.
Pil kamera untuk deteksi kanker itu dinamakan ‘Pill Cams’ dan kini sedang diujicoba di seluruh NHS (National Health Service) pada kelompok awal 11.000 pasien di Inggris. Mereka semua berasal dari 40 negara bagian.
Dikenal sebagai endoskopi kapsul usus besar, kamera akan memungkinkan pasien mengakses pemeriksaan kanker di rumah. Teknologi pencitraan akan dapat memberi informasi juga foto dalam hitungan jam.
Pada pemeriksaan endoskopi konvensional, pasien perlu mengunjungi rumah sakit dan tim medis akan memasukkan selang berkamera, seringnya lewat mulut. Namun, di kala pandemi seperti sekarang, tindakan pengendalian infeksi perlu dilakukan dan ‘Pill Cams’ akan jadi solusinya.
Bagaimana cara kerja pil kamera?
Kamera kapsul biasanya membutuhkan waktu lima hingga delapan jam untuk melakukan pemeriksaan setelah tertelan. Dari situ, kamera akan menampilkan gambar usus lengkap dan informasi dikirim ke perekam data sehingga pasien dapat menjalani hidup seperti biasa di masa pandemi ini.
Menurut laporan NHS, pil kamera itu akan keluar melalui feses. Dengan begitu, harapannya pil kamera akan mempercepat pemeriksaan, terutama dalam hal mendeteksi kanker lebih dini.
Di sisi lain, tim endoskopi University College London Hospitals (UCLH) sudah mulai menggunakan pil kamera ini ke pasien. Pemimpin klinis, Ed Seward, mengatakan, “Pil kamera ini tidak hanya meningkatkan diagnostik, tetapi juga memungkinkan kami melakukan pemeriksaan di rumah pasien. Jadi, pasien yang takut keluar rumah dapat melakukan prosedur sendiri di rumah.”
Apa kata ahli?
Uji coba ini disambut baik oleh kelompok kesehatan usus dan badan amal. Dr Alastair McKinlay, presiden British Society of Gastroenterology, mengatakan bahwa teknologi pil kamera ini terdengar sangat menjanjikan, tetapi perlu evaluasi lebih lanjut sebelum resmi dipergunakan secara umum.
Kemudian, menurut Genevieve Edwards, kepala ekslusif di Bowel Cancer UK, mengatakan hal ini berpotensi membuat perubahan pada orang-orang dengan gejala kanker usus dan dapat membantu NHS memprioritaskan mereka yang sangat membutuhkan tes lebih lanjut.
Profesor Peter Johnson, direktur klinis NHS untuk kanker, mengimbau siapa pun yang mengalami gejala kanker untuk tidak menunda mencari pertolongan. “Bantu kami untuk membantu Anda dengan maju ke depan,” katanya.***

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp