International Media

Minggu, 26 Juni 2022

Minggu, 26 Juni 2022

Inggris Jatuhkan Sanksi ke Rusia Terkait Pemindahan Paksa dan Adopsi Anak Ukraina 

INGGRIS(IM) – Inggris kembali jatuhkan sanksi terhadap Rusia dan mereka yang bertanggung jawab terkait pemindahan paksa dan pengadopsian anak-anak Ukraina.

“Hari ini kami menargetkan para pendukung dan pelaku perang Putin yang telah membawa penderitaan yang tak terhitung ke Ukraina, termasuk pemindahan paksa dan adopsi anak-anak,” terang Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss.

“Kami tidak akan lelah membela kebebasan dan demokrasi, dan meningkatkan tekanan terhadap Putin, sampai Ukraina menang,” lanjutnya.

Diantara mereka yang terkena sanksi yakni Komisaris Hak-Hak Anak Rusia Maria Lvova-Belova yang dijatuhi sanksi atas pemindahan paksa dan adopsi anak-anak Ukraina.

Lvova-Belova telah dituduh memindahkan 2.000 anak-anak yang rentan yang diambil dengan menggunakan cara kekerasan dari wilayah Luhansk dan Donetsk dan mengatur kebijakan baru untuk memfasilitasi adopsi paksa mereka di Rusia.

Sebuah tim veteran militer AS membantu mengatur jalan yang aman bagi sekitar 200.000 anak-anak di panti-panti asuhan Ukraina. Namun, mereka menemukan bahwa ribuan anak tidak ada dan ditakutkan beberapa dari mereka kemungkinan sudah menjadi mangsa bagi mereka yang terlibat dalam perdagangan manusia.

Lalu Patriarch Kirill, kepala Gereja Ortodoks Rusia juga dikenai sanksi atas dukungan kuatnya terhadap agresi militer Rusia di Ukraina. Sanksi juga menargetkan sekutu Putin, komandan militer dan pedagang senjata Rusia dan Myanmar.

Sanksi hari ini juga dijatuhkan terhadap Sergey Savostyanov, wali kota Duma di Moskow dan anggota elit politik Putin. Dia dijatuhi sanksi karena secara terbuka mendukung perang Putin di Ukraina.

Alexey Isaykin, Presiden dan Anggota Dewan Volga-Dnepr Group, sebuah perusahaan transportasi Rusia dengan operasi udara signifikan yang dikontrak oleh Pemerintah Rusia untuk membuat jembatan udara yang membawa barang-barang penting.

Empat Kolonel Militer dari Separate Motorised Rifle Brigade ke-64, sebuah unit yang diketahui telah membunuh, memperkosa, dan menyiksa warga sipil di Bucha, juga telah dijatuhi sanksi atas keterlibatan mereka di Ukraina.

Anggota ‘Komite Keselamatan untuk Perdamaian dan Ketertiban’ – sebuah organisasi yang bekerja sama dengan tentara Rusia untuk mendukung pendudukan Oblast Kherson, juga telah dikenai sanksi.

Inggris juga mengumumkan gelombang sanksi baru atas perlakuan biadab Rusia terhadap anak-anak di Ukraina akhir pekan lalu.

Sekutu Putin terus memilih untuk menutup mata terhadap dugaan kejahatan perang dan mendukung serangan keji ini.

Agresi Putin diketahui telah mencapai luar Ukraina, dengan ekspor Rusia memicu konflik di seluruh dunia. Sanksi baru hari ini menghantam organisasi yang bertanggung jawab untuk memasok suku cadang pesawat ke Angkatan Bersenjata Myanmar.

Sanksi baru ini akan membatasi Junta militer Myanmar  yang menggulingkan pemerintah terpilih, dan sangat bergantung pada aset udara Rusia dan memotong keuntungan penjualan yang mendanai mesin perang Putin. Ini terjadi setelah laporan Amnesty International ‘Bullets Rained from the Sky’ yang mengungkap peran senjata Rusia di Myanmar. 

Frans Gultom

Komentar

Baca juga