Indonesia-Azerbaijan Teken Kerja Sama Pengembangan Migas dan EBT

Arifin Tasrif. (Foto: ist)

JAKARTA –  Indonesia dan Azerbaijan berkolaborasi dalam pengembangan Minyak dan Gas Bumi (migas) serta Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Kolaborasi itu  ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bersama Menteri Energi Republik Azerbaijan Parviz Shahbazov.

“Kerja sama bidang energi antara Indonesia dan Azerbaijan diharapkan akan berkembang dan dapat ditingkatkan ke level yang lebih tinggi, serta saling menguntungkan untuk kedua negara,” tutur Arifin, dalam keterangan tertulis, Selasa (4/5).

Diungkapkan Arifin, situasi pandemi yang melanda dunia saat ini yang dibarengi dengan perlambatan ekonomi, menjadi tantangan nyata. Hal in memaksa negara-negara untuk menyingkirkan hambatan-hambatan di sektor energi dengan rencana-rencana dan strategi yang inovatif dan out of the box, salah satunya dengan melaksanakan transisi energi.

 “Saya juga ingin menyampaikan bahwa selain mengandalkan penggunaan bahan bakar konvensional untuk mengamankan rantai distribusi, Indonesia saat ini juga berkomitmen untuk melaksanakan transisi energi,” terang Arifin.

Sementara itu, Menteri Energi Republik Azerbaijan Parviz Shahbazov mengungkapkan Indonesia dan Azerbaijan tercatat memiliki hubungan perdagangan Migas yang berpotensi untuk dikembangkan.

Ia mengatakan, saat ini Azerbaijan memiliki target untuk meningkatkan komposisi energi baru dan terbarukan dalam energi mix, dengan target kapasitas instalasi listrik sebesar 1500 MW atau sebesar 30%. Target ini dicanangkan untuk menarik lebih banyak investor ke Azerbaijan.

“Dokumen yang kita tandatangani hari ini, termasuk di dalamnya adalah kerja sama dalam bidang EBT, dan juga berbagai kerja sama lain dalam sektor energi. Pada kesempatan ini, saya mengundang stakeholder sektor publik dan swasta, investor potensial dari Indonesia untuk bekerja sama dalam bidang green energy,” ungkapnya.

MoU ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperkuat hubungan kerja sama antara kedua negara berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp