Tuesday, 05 March 2024

Search

Tuesday, 05 March 2024

Search

Indeks Persepsi Korupsi RI  Jeblok, Jokowi: Akan Dikoreksi dan Evaluasi

Presiden Jokowi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait Corruption Perception Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang jeblok pada tahun 2022.

Kepala Negara mengatakan, turunnya banyak IPK Indonesia makai a akan melakukan koreksi maupun evaluasi bersama kabinet dan lembaga penegak hukum.

“Iya itu akan dikoreksi dan evaluasi kita bersama,” kata Jokowi di Pasar Baturiti, Tabanan, Bali, Kamis (2/2).

Diberitakan sebelumnya, Transparency Internasional merilis hasil Corruption Perception Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun pengukuran 2022.

Berdasarkan hasil pengukuran Transparency Internasional, IPK Indonesia tahun 2022 turun drastis. Indonesia meraih skor 34/100 atau turun empat poin dari tahun 2021 dengan skor 38/100.

IPK Indonesia 2022 yang turun hingga 4 poin, menjadi yang terburuk sejak era Reformasi.

Deputi Pencegahan  KPK Pahala Nainggolan sebelumnya mengaku kaget saat diberi tahu mengenai skor IPK itu. Saat itu, Pahala ditelepon oleh Deputi Sekjen Transparency International Indonesia (TII), Wawan Suyatmiko.

“Jadi yang pertama saya ditelepon kemarin kaget setengah mati saya, kok cuma 34,” kata Pahala saat menghadiri peluncuran IPK 2022 yang digelar TII, Selasa (31/1).

IPK tahun 2022 berada pada angka 34 poin. Capaian tersebut turun 4 poin dari tahun 2021 yang berada di 38 poin.

Namun saat itu, ia mendapatkan penjelasan dari Wawan ada tiga indikator yang terjun bebas sehingga menyebabkan IPK anjlok. Tiga indikator tersebut yakni:

1.PRS Internasional Country Risk Guide (korupsi dalam sistem politik, pembayaran khusus dan suap ekspor impor dan hubungan mencurigakan antara politikus dan pebisnis). Turun dari 48 menjadi 35.

2.IMD World Competitiveness Yearbook (suap dan korupsi dalam sistem politik). Turun dari 44 menjadi 39. 3.PERC Asia Risk Guide. Turun dari 32 menjadi 29. ***

Osmar Siahaan

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media