Imbas Covid-19, Angka Pengangguran-Kemiskinan di Cianjur Meningkat

Ilustrasi.

CIANJUR- Angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat meningkat selama Pandemi Covid-19. Belum stabilnya perekonomian akibat pandemi membuat ketersediaan lapangan kerja masih terbatas.

Kasi Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Cianjur, Warji Permana, menyebutkan data pada 2020 menunjukan angka pengangguran mencapai 131.016 orang, padahal di tahun 2019 jumlahnya sebanyak 105.125 orang.

“Data yang kita dapat di tahun 2020 ada jumlah pengangguran bertambah sebanyak 25.891 orang atau naik 1,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya” ujarnya Jumat (12/3).

Peningkatan juga terjadi pada angka kemiskinan di Kabupaten Cianjur.
Pada 2019 tercatat ada 207.071 warga miskin, sedangkan di tahun 2020 angkanya menjadi 234.584 orang.

“Data yang kita dapat di tahun 2020 ada peningkatan jumlah kemiskinan dibanding 2019 sebanyak 27.513 orang,” ujar dia.

Kenaikan tersebut terjadi akibat meningkatnya jumlah penduduk dengan pengeluaran perkapita di bawah garis kemiskinan.

Selain itu meningkatnya jumlah pengangguran juga jadi penyebab bertambahnya angka kemiskinan di Cianjur.

“Garis kemiskinan Cianjur Rp371.699 per kapita per bulan. Sedangkan pengeluaran masyarakat di bawah jumlah tersebut,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Disnakertrans Cianjur, Ricky Ardhi, menjelaskan naiknya angka pengangguran di Cianjur lantaran imbas dari pendemi Covid-19, sebab banyak pekerja yang dirumahkan oleh pihak perusahaan.

Selain itu pertumbuhan angkatan kerja setiap tahunnya tidak sebanding dengan kesempatan kerja yang ada.

“Lapangan kerja terbatas, sedangkan angkatan kerja terus meningkat dan ditambah banyaknya yang di-PHK,” ucapnya.

Oleh karena itu Ricky mengungkapkan pihak pemerintah Cianjur sedang berusaha mengatasi hal tersebut dengan cara memperluas kesempatan kerja bagi pancari kerja.

“Selain imbas Covid-19, faktor lain naiknya angka pengangguran karena masih banyak terjadi perselisihan antara karyawan dengan pihak perusahaan yang menyebabkan pemberhentian kerja,” pungkasnya. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp