IDI Minta Masyarakat Waspadai Varian Baru Virus Korona N439K

Virus Covid-19

JAKARTA – Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Daeng M Faqih meminta, masyarakat untuk mewaspadai adanya mutasi virus korona yang ditemukan di Inggris yaitu N439K.

“Belum lama ini pemerintah mengumumkan varian B.1.1.7 dan di dunia telah terdapat varian baru lagi yang berkembang ditemukan di lnggris yakni N439K,” kata Daeng dalam keterangan tertulis, Rabu (10/3).

Daeng mengatakan varian virus korona N439K sudah ditemukan di 30 negara dan lebih “pintar” dari virus korona yang ada sebelumnya.

“Varian N439K ini yang sudah lebih di 30 negara ternyata lebih “smart” dari varian sebelumnya, karena ikatan terhadap reseptor ACE2 di sel manusia lebih kuat, dan tidak dikenali oleh polyclonal antibody yang terbentuk dari imunitas orang yang pemah terinfeksi,” ujarnya.

Di samping itu, Daeng mengatakan, penggunaan masker sesuai standar dapat melindungi diri dari penularan virus korona.  Ia mengatakan, penggunaan masker dengan baik dan benar 90 persen dapat mencegah penularan virus korona.

“Meskipun ada resiko hingga 10 persen keluarnya droplet dan microdroplet dengan pemakaian masker dalam jangka waktu yang lama,” ucapnya.

Lebih lanjut, Daeng menambahkan, penggunaan masker di tempat umum menjadi wajib, mengingat rata-rata seseorang terpapar Covid-19 tidak memiliki gejala.

“Dan hal menjadi penyulit dalam pengendalian karena tidak mungkin setiap hari semua orang di test,” katanya.

Pemerintah sebelumnya  mengumumkan kasus mutasi virus korona B.1.1.7 sudah masuk ke Indonesia, Selasa (2/3) lalu.Kemenkes melaporkan, mutasi virus korona B.1.1.7 baru ditemukan di 5 provinsi.

Dua kasus pertama, seperti diketahui, ditemukan di Karawang, Jawa Barat. Kemudian, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp