International Media

Senin, 3 Oktober 2022

Senin, 3 Oktober 2022

Hutama Karya Bukukan Pendapatan Rp8,13 T

JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) merilis kinerja keuangan pada semester I tahun 2022. Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Hutama Karya, Eka Setya Adrianto mengatakan, perseroan  mencatatkan pertumbuhan pada pendapatan, EBITDA hingga aset perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan unaudited, pada semester I 2022 total aset perusahaan mengalami kenaikan sebesar 15,76% menjadi Rp127,95 triliun bila dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Sementara ekuitas perusahaan tumbuh sebesar 76,99% menjadi Rp54,15 triliun dan liabilitas turun 7,67% menjadi Rp73,8 triliun.

“Selain itu perusahaan juga membukukan pendapatan senilai Rp8,13 triliun atau meningkat 1,9% dan membukukan peningkatan pada EBITDA sebesar Rp1,71 triliun atau meningkat 44,70% dari periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini sejalan dengan perbaikan kondisi ekonomi, khususnya yang menyebabkan pertumbuhan trafik di ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS),” ujar Adri dalam keterangan tertulis, Senin (8/8).

Sementara itu, Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi menyampaikan untuk mendorong kinerja konstruksi, perusahaan lebih selektif dalam mengikuti tender dan memilih kontrak-kontrak baru untuk memastikan margin konstruksi yang cukup guna meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Hutama Karya mencatatkan kontrak baru sebesar Rp5,83 triliun pada semester I 2022. Adapun segmen yang memberikan kontribusi terbesar pada perolehan kontrak baru Perseroan adalah bersumber dari sektor EPC sebesar 41,84% serta sektor Jalan dan Jembatan sebesar 45,47% dari total nilai kontrak baru.

Selain itu, kinerja dari sektor proyek gedung Hutama Karya juga mengalami peningkatan dan menghasilkan keuntungan dimana baru-baru ini perusahaan meraih kontrak proyek RS Sanglah, Menara Turyapada di Bali, dan revitalisasi Gedung Parkir TMII.

“Sampai dengan semester I/2022, kontrak baru dari swasta mendominasi perolehan kontrak baru Hutama Karya dengan kontribusi mencapai 50,40%, disusul oleh pemerintah sebesar 26,50% dan BUMN sebesar 23,09%. Hutama Karya optimis masih mengejar target kontrak baru di tahun 2022 yang telah ditetapkan,” kata Gunadi.

Pencapaian tersebut tak lepas dari perbaikan dan transformasi yang dilakukan oleh perusahaan, salah satunya dengan meningkatkan kualitas hasil produk konstruksi untuk memberikan nilai tambah bagi portofolio perusahaan, serta peningkatan upaya efisiensi beban usaha.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga