International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

Hujan Seharian, Kota Bogor Alami 6 Kejadian Bencana

Petugas dengan menggunakan alat berat membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan di Jalan Raya Serang - Anyer di Kampung Cilowong, Taktakan, Serang, Banten, Sabtu (3/4/2021). Longsor terjadi setelah terjadi hujan deras sejak Jumat (2/4) sore di lokasi tersebut. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/aww.

BOGOR- Hujan yang mengguyur wilayah Bogor pada Rabu (27/4) mengakibatkan 6 kejadian bencana terjadi di Kota Bogor. Sebagian besar bencana yang terjadi yakni tanah longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Freitas menuturkan, hujan yang mengguyur sejak Rabu hingga malam mengakibatkan kejadian bencana di beberapa titik di Kota Bogor.

“Hingga Kamis pagi dilaporkan kepada kami, ada 6 kejadian bencana. Sebagian besar bencana tanah longsor,” kata Theo, Kamis (28/4).

Kejadian bencana tanah longsor terjadi di Kelurahan Kertamaya, Bogor Selatan. Longsor terjadi sekitar pukul 20.00. Tebing setinggi 10 meter ambrol dan mengakibatkan tiang listrik ambruk dan satu rumah terdampak.

Tanah longsor setinggi 3 meter juga ambrol sekitar pukul 21.00 WIB di Rancamaya, Bogor Selatan. Akibat longsor itu, material menimpa samping rumah warga.

Longsor juga terjadi di Kertamaya, Bogor Selatan pukul 23.00 WIB. Tebing setinggi 10 meter dengan panjang 6 meter ambrol dan menimpa 1 rumah warga yang berada di bawah tebingan.

Bencana lainnya, tembok penahan tanah atau talud setinggi 3 meter dan panjang 8 meter di Lawanggintung ambrol tergerus aliran air. Satu rumah dilaporkan terdampak.

Pohon tumbang juga dilaporkan pada pukul 19.00 WIB di Kebonpedes, Tanah Sareal. Pohon Markisa diameter 40 sentimeter, tinggi 8 meter tumbang dan sempat menutup akses jalan.

Kejadian keenam yaitu atap madrasah Nurul Iman di Sempur, Bogor Tengah, ambruk pada pukul 21.00 WIB. Dugaan sementara, atap madrasah itu ambruk lantaran kayu atap lapuk.

“Sejauh ini tidak ada korban jiwa, hanya ada beberapa keluarga yang harus mengungsi karena rumahnya rusak,” kata Theo. Ia pun mengingatkan agar masyarakat Kota Bogor tetap waspada mengingat saat ini kerap terjadi cuaca ekstrem lantaran akan terjadi atau memasuki musim kemarau. ***

Prayan Purba

Komentar

Baca juga