International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

Hotel Bintang Lima di Havana Hancur akibat Ledakan Gas, 26 Orang Tewas

Pekerja membersihkan potongan logam di depan Hotel Saratoga sehari setelah ledakan yang menghancurkan bangunan itu, Havana, Kuba 7 Mei 2022.

 HAVANA – Petugas Penyelamat Kuba pada Sabtu (7/5) masih terlihat sibuk memeriksa puing-puing runtuhan hotel bintang lima di Havana, Kuba, yang hancur akibat hantaman ledakan gas, untuk mencari kemungkinan masih ada korban.

Insiden itu menewaskan setidaknya 26 orang dan menyebabkan 60 lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Ledakan di Hotel Saratoga, hanya satu blok dari gedung capitol yang ikonik di daerah yang direnovasi di pusat Kota Havana, menyebabkan kerusakan parah pada dua gedung apartemen yang bersebelahan kerusakan ringan pada 17 bangunan dalam radius dua blok.

Puing-puing berjatuhan menimpa pejalan kaki di daerah yang banyak dilalui orang dan kaca serta puing-puing beterbangan di sekolah tata bahasa yang letaknya berdekatan.

Pihak berwenang setempat mengatakan 50 orang dewasa dan 14 anak-anak terluka, menambahkan bahwa empat dari korban tewas adalah anak-anak. Salah seorang korban tewas diketahui adalah turis warga Spanyol.

Tim penyelamat berusaha mendapatkan akses ke ruang bawah tanah hotel dengan harapan menemukan korban yang selamat. Mereka mengatakan bahwa upaya pencarian dan penyelamatan berjalan lambat karena para insinyur harus memeriksa stabilitas dari bangunan yang tersisa.

Televisi pemerintah melaporkan bahwa Hotel Saratoga, yang bertempat di bangunan yang berusia lebih dari seabad, telah ditutup dan hanya pekerja yang berada di dalam pada saat ledakan.

Penghuni gedung apartemen yang bersebelahan sering disewakan kepada wisatawan.

Hotel bergaya neoklasik ini direnovasi oleh perusahaan Inggris setelah jatuhnya Uni Soviet dan selama bertahun-tahun dianggap sebagai tempat menginap oleh pejabat pemerintah dan selebriti yang berkunjung.

Baru-baru ini, hotel itu telah kehilangan sebagian kilaunya dengan pembukaan hotel baru di Havana, tetapi masih merupakan tempat bintang lima hanya beberapa menit dari berbagai situs bersejarah seperti Teater Marti yang telah direnovasi dan berusia seabad, yang mengalami kerusakan sedang. Industri pariwisata Kuba sebagian besar ditutup selama dua tahun terakhir dan sedang dalam proses pembukaan kembali sekarang karena vaksin yang dikembangkan secara lokal tampaknya telah menjinakkan virus corona baru, meskipun kedatangan tetap sekitar 30% dari tingkat pra-pandemi.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga