Holding Ultra Mikro Direstui, Erick: Bunga Pinjaman Akan Turun

Erick Thohir. (Foto ist)

JAKARTA  – Komisi VI DPR RI resmi mendukung pemerintah dalam pembentukan holding BUMN ultra mikro dan memastikan agar sinergi ini dapat meningkatkan jangkauan layanan kepada seluruh pelaku sektor ultra mikro.

Dukungan resmi ini disampaikan Komisi VI setelah menggelar rapat kerja dengan Menteri BUMN, Kamis 18 Maret lalu. Rapat yang dihadiri oleh 40 anggota dewan tersebut dipimpin secara langsung oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR, Aria Bima.

Dalam kesimpulan rapat tersebut, Komisi VI menyatakan dukungan terhadap pembentukan holding dan memahami rencana right issue PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Penerbitan saham rencananya dilakukan BRI sebagai salah satu prosedur pembentukan holding yang melibatkan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT Pegadaian (Persero).

Wakil Ketua Komisi VI DPR Arya Bima mengatakan, lembaganya akan bersama-sama pemerintah memastikan penguatan kontrol negara terhadap anak usaha BUMN. Penguatan dilakukan melalui keberadaan saham dwi warna yang akan dipegang pemerintah pada holding BUMN untuk ultra mikro nanti.

“Komisi VI DPR mendukung pembentukan holding ultra mikro dan memahami rights issue BRI dengan cara mengalihkan seluruh saham seri B negara pada PMN dan Pegadaian kepada BRI, sepanjang pemerintah masih mempunyai kontrol penuh untuk PMN dan Pegadaian melalui saham dwi warna,” tulis Arya seperti dikutip dalam risalah rapat kerja, Jakarta, Sabtu (20/4).

Selain merestui pembentukan holding BUMN untuk ultra mikro, Komisi VI DPR juga meminta Kementerian BUMN memastikan agar sinergi ini dapat meningkatkan jangkauan layanan kepada seluruh pelaku sektor ultra mikro di seluruh wilayah.

Dalam rapat tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut manfaat positif dari sinergi BUMN untuk ultra mikro akan dirasakan pelaku usaha karena mereka berpeluang besar mendapat pembiayaan berbunga rendah di masa depan. Penurunan suku bunga pinjaman bisa terjadi karena sinergi BRI, PNM, dan Pegadaian akan menurunkan beban dana (cost of fund) dari ketiga perusahaan.

“Ekosistem ini ingin memastikan terdapatnya penurunan bunga pinjaman. Ini yang selama ini menjadi konteks hambatan kenapa pelaku usaha ultra mikro dan UMKM tidak mendapat pendanaan yang lebih baik. Model bisnis ekosistem ultra mikro akan fokus pada pemberdayaan bisnis melalui PNM, dan pengembangan bisnis melalui Pegadaian dan BRI untuk membuat usaha mikro naik kelas sehingga bisa memasuki tahapan yang lebih tinggi,” ujar Erick.

Sementara Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, pegawai PNM dan Pegadaian berpeluang mendapat untung karena perusahaannya berpotensi besar mencetak laba lebih tinggi pasca holding dibentuk.

“Kami meyakinkan sekali lagi tidak ada pengaruh ke kepegawaian. Tidak ada pengurangan pegawai, tidak ada pengurangan benefit, semua berjalan apa adanya. Bahkan kami meyakini dengan efisiensi kita bisa mem-pass on ini untuk kenaikan benefit bagi (pegawai) PNM dan Pegadaian,”  kata Tiko. (Vitus)

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp