Holding Baterai Kendaraan Listrik Butuh Investasi Rp238 Triliun

JAKARTA – Kementerian BUMN resmi mendirikan holding baterai kendaraan listrik Indonesia Battery Corporation (IBC). Holding ini terdiri dari MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero) dan PT Aneka Tambang Tbk.

Pembentukan holding baterai kendaraan listrik ini membutuhkan investasi sampai US$17 miliar atau sekitar Rp238 triliun (kurs Rp14.000). Investasi ini tidak hanya membangun satu pabrik saja, namun terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Ini memang total investasi sangat besar bisa mencapai US$17 miliar dan memang profil daripada IBC akan dimiliki total komposisi saham antara yang sama antara Antam, MIND ID, Pertamina, PLN,”  kata Wakil Menteri BUMN Pahala N Mansury dalam konferensi pers, Jumat (26/3).

Masing-masing BUMN tersebut nantinya membentuk perusahaan patungan atau joint venture dengan mitra. “Keempat-empat BUMN bersatu membentuk sebuah industri baterai corporation yang nanti masing-masing bagian daripada supply chain industri baterai akan kita memiliki joint venture, ini akan kita lakukan bersama,” katanya.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, dalam pengembangannya, pihaknya melibatkan mitra yakni perusahaan asal China CATL dan perusahaan asal Korea Selatan LG Chem.

“Kita berpartner global player di sini ada CATL kalau tidak salah pemain nomor satu dunia untuk EV, dan LG Chem nomor duanya. Permodalan sendiri ada 2, CATL kalau tidak salah US$5 miliar lebih , LG Chem kurang lebih US$13 miliar- US$17 miliar ini sebuah partnership yang besar banget,” katanya.

Erick mengatakan, kerja ini belum selesai. Implementasinya akan terasa pada 2022-2023. “Kerjanya belum selesai, ini baru kertas doang, kita harapkan tentu implementasi nantinya ini terbukti di 2022-2023 tentu yang namanya hasil produksinya sendiri. Insyallah niat baik kita semua legacy kita semua tentunya untuk pemerintah Indonesia yang dipimpin Bapak Presiden Joko Widodo,” katanya. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp