International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Hidupkan Wisata Kota Tua Pecinan, Wali Kota Eri Cahyadi Resmikan Kya Kya Kembang Jepun Reborn

Wali Kota Eri Cahyadi bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat Tionghoa Surabaya membuka kembali kawasan Wisata Pecinan Kya Kya Kembang Jepun Surabaya.

SURABAYA–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, secara resmi membuka kembali Kya Kya Kembang Jepun Surabaya, sebagai tempat wisata Kota Tua & Kuliner khas Pecinan di kawasan Surabaya Utara, Sabtu (10/9) malam. 

        Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh dan Forkopimda Surabaya, seperti penggagas Kya Kya Kembang Jepun 2003 Dahlan Iskan, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Dandim Surabaya Utara, sejumlah anggota DPRD Surabaya, serta tokoh masyarakat Tionghoa Surabaya. 

Wali Kota Eri Cahyadi bersama rombongan menyusuri kawasan Pecinan Surabaya dengan becak hias.

        Ribuan warga Surabaya juga antusias dan membanjiri kawasan Kembang Jepun Surabaya. Dimana sepanjang jalan itu, dihias berbagai pernak-pernik Tionghoa. Serta diramaikan 60 stan UMKM kuliner yang menjual makanan khas Tionghoa dan jajanan pasar. 

Wali Kota Eri Cahyadi secara simbolis menerima dana CSR untuk pengembangan kawasan Pecinan Surabaya dari BRI.

        Dalam sambutannya, Eri Cahyadi berharap agar Kya Kya Kembang Jepun Reborn ini, bisa menjadi jujugan masyarakat yang ingin berwisata malam dan kulineran di kawasan Surabaya Utara. 

        “Alhamdulillah, saat ini Surabaya menambah satu lagi daftar tempat wisata & kongkow-kongkow di malam hari. Saya ucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat dalam pembukaan Kya Kya Kembang Jepun ini,” ujarnya. 

Sejumlah warga berfoto di depan mural khas Tionghoa.
Sejumlah warga mengunjungi stand UMKM kuliner khas Tionghoa.

        Dia juga menginginkan, agar kawasan Pecinan dan Kota Tua di Surabaya ini, ramai seperti dulu. Dan tidak mati suri lagi. Sebab, selain menyediakan kuliner khas Tionghoa, kawasan yang hanya buka pada Jumat – Minggu malam ini, juga menyediakan becak hias bagi warga, yang ingin menyusuri kawasan wisata Pecinan tersebut. 

        “Pada 2003, pak Dahlan Iskan mempunyai ide untuk membuat tempat kongkow-kongkow di malam hari di kawasan Pecinan ini. Kita berharap Kya Kya Kembang Jepun kembali ramai, seperti pada masa jayanya dulu,” tanbahnya. 

        Dia menegaskan bahwa kini warga Surabaya semakin banyak pilihan untuk berwisata.

“Saat ini sudah ada Tunjungan Romansa dan Wisata Susur Sungai Mas. Di akhir tahun ini, akan saya resmikan Romokalisari Adventure  yang terdapat jet ski air. Ditambah kawasan Pecinan Kembang Jepun ini. Maka akan semakin lengkap. Warga Surabaya tidak perlu wisata kemana-mana. Karena di Surabaya sudah ada semua,” ungkapnya. 

Ribuan warga memadati kawasan jalan Kembang Jepun.

        Secara simbolis, pembukaan Kya Kya Kembang Jepun Reborn ditandai dengan pemukulan gendang oleh Wali Kota bersama forkopimda dan sejumlah tokoh masyarakat Tionghoa Surabaya. 

        Kemudian Wali Kota dan rumbongan menyusuri kawasan Pecinan Surabaya dengan mengendarai becak hias. Rombongan juga berhenti di Kelenteng Coklat dan Rumah Abu Han. Kemudian meninjau stan-stan UMKM kuliner. 

        Selain itu, Pemkot Surabaya juga menerima dana CSR bantuan pengembangan kawasan Kya Kya Kembang Jepun sebesar Rp326 juta dari BRI. 

        Kegiatan diramaikan dengan berbagai hiburan, seperti  tarian dari Wijaya Kusuma dan grup musik Kemuning. Fashion show dan demonstrasi Wushu dari Little Sun School sekolah tiga bahasa. Serta  12 barongsai dan 2 liang liong dari FOBI Surabaya .

        Sementara itu, Ketua Komunitas Sosial Masyarakat Tionghoa Surabaya Chandra Wurianto Woo, mengaku senang dengan dibukanya kembali Kya Kya Kembang Jepun yang lama mati suri. 

        “Dengan adanya kembali wisata Pecinan Kya Kya Kembang Jepun ini, diharapkan bisa membantu menghidupkan kembali ekonomi warga sekitar dan UMKM,” pungkasnya. anto tze

Sukris Priatmo

Komentar

Baca juga