Herzaky Sebut Kubu Demorat Kubu KLB Ibarat Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

JAKARTA (IM) – Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat (PD) kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herzaky Mahendra Putra, berkomentar terkait dengan keputusan Kongres Luar Biasa (KLB) kubu Moeldoko yang mendemisioner AHY dari jabatan Ketum dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai.

Alasan demisioner membuat Ketua Dewan Pembina PD kubu Moeldoko, Marzuki Alie dkk, mencabut gugatan ‘pemecatan’ yang dilakukan kubu AHY. Herzaky menganggap, alasan itu mengada-ada, dan ibarat pepatah ‘tong kosong nyaring bunyinya’.

“Publik juga tahu, sah tidaknya Kongres tergantung pemilik suara, bukan karena kader gadungan. Mereka buat KLB ilegal, tidak dihadiri pemilik suara, tapi malah seakan-akan punya hak buat keputusan ini itu. Seperti orang yang tidak tahu etika, norma, dan aturan hukum,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (25/3).

Padahal, kata Herzaky, politisi juga seharuanya punya tanggung jawab moral kepada publik. Untuk itu, seharusnya mereka memenuhi ruang publik dengan narasi-narasi yang bermanfaat dan mencerahkan, bukan malah menebar fitnah dan hoaks.

“Pemecatan Marzuki Alie dan kawan-kawan sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku di internal Partai Demokrat, serta sejalan dengan UU No.2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas UU No.2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Aturannya tegas dan jelas,” ungkapnya.

“Yang bilang melanggar aturan itu, mungkin kebanyakan buat atau baca berita hoax. Jadi, tidak bisa bedakan mana yang nyata, mana yang ilusi,” imbuh pria yang akrab disapa Zaky itu.

Lebih lanjut Zaky menyebut, beginilah kalau demokrasi disesaki oleh para kader gadungan dan petualang politik, bekerja sama dengan oknum kekuasaan melakukan abuse of power. Ia khawatir, bukan makin meroket kinerja demokrasi kita, melainkan tenggelam di titik nadir.

“Kami, Partai Demokrat yang sah di bawah kepemimpinan AHY, sedang fokus bantu rakyat yang terdampak pandemi dan bencana. Tolong dibantu aja kerja nyata kami ini, jangan diganggu dengan intrik-intrik politik murahan,” tuturnya.

Sadar Gugatan Lemah

Seperti diketahui,  Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat Kubo Kongres Luar Biasa (KLB), Saiful Huda Ems sempat melontarkan alasan kenapa Marzuki Alie yang menjabat Ketua Dewan Pembina PD kubu Moeldoko mencabut gugatan ‘pemecatan’ dari keanggotaan partai yang dilakukan kepengurusan PD Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyomo (AHY).

Saiful membeberkan sejumlah alasan itu antara lain karena adanya KLB di Sibolangit yang diklaim telah mendemisioner AHY sebagai Ketum partai dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai, sehingga tak ada urgensinya melanjutkan gugatan itu. Alasan lain, Saiful menganggap, kader partai tak ingin dipimpin oleh ‘pelarian mayor’.

Herzaky mempertanyakan latarbelakang Saiful. Karena yang bersangkutan disebutnya dalam sebulan terakhir sebagai pengamat politik.

“Lalu, di kesempatan lain praktisi hukum. Komentarnya selalu mendukung Moeldoko, dan kerjanya menyerang kami. Sekarang, ketahuan belangnya, Saiful ini jadi salah satu Kepala Departemen di parpol ilegal pimpinan Moeldoko,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (25/3).

Herzaky mengingatkan, jika memang bukan yang bisa dipegang obyektifitasnya, dan dapat dipercaya kredibilitasnya, maka jangan ‘ngaku-ngaku’ pakar dan pura-pura netral.

“Bilang saja sejak awal pendukung Moeldoko dan GPK-PD. Kalau intelektual, biasanya berbicara atas dasar kajian akademis, bukan asal pesanan atau selera pimpinan,” ujarnya.

“Sekarang, pakai klaim-klaim banyak pengamat politik profesional yang mendukung Moeldoko. Mana ada? Paling kayak Saiful Huda inilah. Ngaku-ngaku pakar, pura-pura netral, tapi pendukung Moeldoko sejak awal,” sambung pria yang akrab disapa Zaky itu.

Lebih lanjut Zaky mengatakan, sudah jelas sejak awal gugatan yang dilayangkan Marzuki Alie dkk lemah dan tak berdasar. Sehingga, ketika melakukan gugatan berarti sama saja mengakui kepemimpinan AHY. “Lah, telat mikir banget ini mereka. Berminggu-minggu baru sadar gugatannya lemah syahwat. Nafsunya menggebu-gebu, tapi tenaga dan isinya tidak ada,” ketus Zaky.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp