International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

Heboh, Video Anggota DPR Diduga Tonton Video Porno saat Rapat Vaksin

Viral, anggota DPR diduga nonton video porno saat tugas rapat di DPR. (Foto Instagram @lintas.patroli).

JAKARTA – Video yang memperlihatkan seseorang pria — diduga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)– sedang asyik memainkan handphone saat mengikuti rapat terkait vaksin.

Video tersebut membuat heboh dan viral di media sosial (medsos) karena oknum anggota DPR tersebut diduga  menonton konten pornografi  sembari mengikuti jalannya rapat. Potongan video berdurasi sekira 15 detik tersebut diunggah oleh akun Instagram @lintas.patroli.

“Waduh, anggota DPR tertangkap kamera lagi asyik nonton video gituan saat rapat bahas vaksin,” tulis admin lintaspatroli pada caption video unggahannya, dikutip Minggu (10/4).

“Yang lain sibuk debat tentang vaksin. Dia mala sibuk nonton,” tulis sebuah narasi yang dimasukkan dalam unggahan video tersebut.

Pada video tersebut, tampak seorang pria bertubuh gempal dan menggunakan masker warna hitam. Pria diduga anggota DPR itu sedang menonton video porno sambil duduk di kursi rapatnya.

Di depan mejanya terdapat sebuah buku map berwarna hijau. Pria tersebut tampak menggunakan setelan jas berwarna abu-abu.

“Karena kalau kita lihat dengan laju suntikan yang seperti apa gitu, karena ini laju vaksinasi nya kurang dari 500 ribu, apa betul,” ujar seorang perempuan sedang membahas soal vaksin saat video pria tersebut sedang menonton konten pornografi.

Ketika ditelusuri, diketahui Rapat Komisi IX DPR RI yang baru-baru ini dilaksanakan yakni pada Rabu (6/4). Dalam agenda yang dijadwalkan Pukul 10.00 WIB tersebut dilaksanakan agenda Panja Komisi IX DPR RI mengenai Pengawasan terhadap Vaksin Covid-19.

Materi kegiatan tersebut yakni Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dan Direktur Utama PT. Biofarma, membahas tiga isu, yakni:

1. Penjelasan terkait upaya ketersediaan dan pemerataan Vaksin Covid-19 (jumlah dan kualitas masing-masing jenis vaksin, jumlah vaksin yang akan dan telah kadaluwarsa);

2. Penjelasan terkait harga per-dosis masingmasing jenis vaksin;

3. Penjelasan terkait jumlah hibah yang diterima

4. Penjelasan terkait skema pembiayaan B to B (bridge financing).

Saat wartawan mengonfirmasi kepada  salah satu pimpinan anggota Komisi IX DPR RI, ia menyatakan belum bisa memberikan kepastian informasi terkait video yang viral di media sosial tersebut.

“Silakan cek dulu, saya masih di dapil,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena, Minggu (10/4) pagi ketika dikonfirmasi.

MK Tunggu Laporan

Semmentara Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Habiburokhman mengatakan,  sejauh ini pihaknya masih menunggu laporan terkait kabar tersebut.

“(MKD) menunggu laporan atau setidaknya info yang jelas dan akurat dari orang yang mengambil foto itu,” kata Habiburokhman kepada wartawwan, Minggu (10/4). Ia mengatakanm sejauh ini pihaknya masih belum menerima laporan dan informasi resmi terkait kabar tersebut.

“Kita nggak mau berasumsi secara prematur. Sejauh ini kami belum terima laporan atau informasi resmi apa pun,” kata dia.

Dia menjelaskan mekanisme sidang etik di MKD adalah menerima laporan dahulu, lalu diverifikasi dan ditindaklanjuti. Dengan demikian, informasi sumir itu dapat diketahui kebenarannya, termasuk siapa pelakunya.

“Prosesnya kita harus terima laporan, baru verifikasi apakah benar kejadiannya, siapa pelakunya, kapan terjadi dan di mana,” katanya.

“Kalau semua jelas baru proses di MKD bisa berjalan,” imbuhnya.

Dia kemudian mengulas kejadian serupa yang terjadi pada beberapa tahun lalu. Saat itu, dia menyebut MKD memperoleh informasi yang cukup akurat dari awak media sehingga dapat langsung diproses.

“Kasus ini beda dengan yang terjadi beberapa tahun lalu, di mana wartawan yang memergoki dan mengambil foto langsung memberikan informasi resmi yang akurat,” ujarnya.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga