Heboh, Anggota DPR Kanada Telanjang saat Rapat Virtual

OTTAWA – Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Parlemen Kanada terlihat sedang telanjang bulat selama rapat resmi secara virtual, kemarin. Insiden itu membuat rekan-rekannya tercengang.

William Amos, anggota Parlemen dari Partai Liberal yang berkuasa, terlihat dalam tangkapan layar berdiri di belakang meja antara bendera Quebec dan bendera nasional Kanada. Dia, yang tak menyadari kamera masih hidup, terlihat menutupi alat kelaminnya dengan benda yang sekilas mirip ponsel pada salah satu tangannya.

“Ini adalah kesalahan yang tidak menguntungkan,” kata Amos dalam sebuah pernyataan.

“Video saya secara tidak sengaja diputar saat saya mengganti pakaian kerja setelah jogging. Saya dengan tulus meminta maaf kepada rekan-rekan saya di House of Commons atas gangguan yang tidak disengaja ini. Jelas, itu adalah kesalahan yang jujur dan itu tidak akan terjadi lagi,” ujarnya, seperti dikutip news.com.au, Kamis (15/4).

Rekannya sesama anggota Parlemen, Claude DeBellefeuille, tercengang melihat insiden itu.

“Mungkin perlu untuk mengingatkan para anggota, terutama yang laki-laki, bahwa dasi dan jaket itu wajib, tapi begitu juga dengan kemeja, celana boxer atau celana,” katanya, untuk menyindir rekannya yang telanjang.

“Kami telah melihat bahwa anggota (Parlemen) dalam kondisi fisik yang bagus, tapi saya pikir anggota harus diingatkan untuk berhati-hati dan mengontrol kamera dengan baik,” ujarnya.

Anggota Partai Liberal, Mark Holland, mengatakan bahwa Amos sangat malu atas insiden itu.

“Saya tidak berpikir ada niat buruk. Ini benar-benar keadaan yang tidak menguntungkan,” katanya.

“Ini peringatan bagi semua orang. Anda harus benar-benar selalu berasumsi bahwa kamera menyala dan sangat berhati-hati setiap kali Anda berjalan di dekat kamera itu dan Anda berpakaian dengan benar,” ujarnya.

Ketika orang-orang di seluruh dunia telah beradaptasi untuk bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19, insiden pada Zoom dan panggilan video telah menjadi hal biasa dan beberapa bahkan lebih serius daripada yang lain.

Tahun lalu, New Yorker memecat penulisnya; Jeffrey Toobin, setelah dia tertangkap basah melakukan masturbasi selama video meeting. Kemudian, ada juga seorang pengacara di Texas menjadi terkenal gara-gara dia tidak dapat mematikan filter Zoom yang menggantikan citranya dengan gambar kucing yang sedih. ***

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp