Haris Pertama Merasa Masih Ketum, Minta KPK Awasi Penggunaan Dana Kongres Ke-16 KNPI

Ilustrasi

JAKARTA – Haris Pertama klaim bawa dirinya masih sebagai Ketua Umum (Ketum) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).  Ia tidak mengakui pemberhentian dirinya sebagai Ketum dalam rapat pleno di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu (6/3) lalu.

Selain mengklaim masih sebagai ketua umum, Haris juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi penggunaan anggaran dalam kongres ke-16 KNPI.

Dalam akun Twitternya, Haris membagikan beberapa unggahan di antaranya berisi bahwa dia masih Ketua Umum KNPI sesuai yang sah sesuai Kongres KNPI ke-XV di Bogor, 18 hingga 22 Desember 2020 dan ada yang mencoba memecah belah pemuda Indonesia. Termasuk akan adanya kongres KNPI ke 16 yang dilakukan oleh Fahd A rafiq dengan lampiran foto Fahd saat bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali yang membicarakan kongres bersama KNPI.

Haris menyebutkan adanya isu yang beredar bahwa Kementrian Pemuda dan Olahraga akan menyediakan anggaran Rp 20 Miliar untuk kongres bersama ke 16 KNPI. Menurutnya, apabila itu benar, KPK, Badan Pemeriksaan Keuangan dan Polri harus mengawasi penggunaan anggaran tersebut.

“Ada isu beredar bahwa @KEMENPORA_RI akan menyediakan anggaran sekitar 20 miliar untuk Kongres bersama KNPI ke-XVI. Apa benar ??? Jika benar maka @KPK_RI @bpkri @DivHumas_Polri harus mengawasi penggunaan anggaran tersebut. Menurut saya kongres KNPI dengan dana 3 – 5 miliar cukup,” tulis akun twitter @knpiharis dikutip Selasa (9/3).

Lebih dari 262 orang menyukai tulisan Haris dan beragam komentar soal Abu Janda pun meramaikannya.

“Aya aya wae gegara Abu Janda terpaksa negara habis banyak keluar uang??????,…. Abu Janda memang dahsyat ternyata dia manusia mahallll ????,” tulis @wahyu_abdi_

“Abu janda dapet jabatan ini..????,” cuit akun arie_hariansyah Diketahui sebelumnya, Haris Pratama selaku Ketua KNPI merupakan pelapor Permadi Arya atau Abu Janda dalam kasus dugaan Rasis yang terjadi beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, kasus tersebut belum diketahui prosesnya dan Haris pun dipecat dari Ketua Umum dalam rapat pleno di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu 6 Maret lalu.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp