HARI KE‐5 TRAGEDI SRIWIJAYA AIR SJ‐182
Cuaca Buruk, Pencarian Korban Sriwijaya Air Dihentikan Sementara

          JAKARTA (IM) – Pencarian korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, terpaksa dihentikan sementara karena terkendala cuaca buruk. Bahkan, kapal Basarnas yang sebelumnya sudah berangkat dari JICT II terpaksa kembali lagi ke dermaga karena ombak tinggi.

           “Baru sampai mulut kolam kita terpaksa harus balik kanan karena cuacanya dapat informasi di lokasi cuaca ekstrem sampai 2,5 meter tinggi gelombang dan kami keluar 1,5 meter tinggi gelombang,” ucap Deputi Bina Tenaga dan Potensi SAR Basarnas, Abdul Haris Achadi di lokasi, Rabu (13/1).

          Kapal Basarnas KN SAR Karna membawa tim evakuasi, penyelam, awak media, dan tenaga medis yang akan melakukan tes Covid-19 untuk para evakuator di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Namun, KN SAR Karna kembali ke Dermaga JICT II lantaran ombak sangat tinggi.

          Abdul juga memastikan pencarian korban di hari kelima ini dihentikan sementara karena cuaca cukup buruk. Jika cuaca sudah kembali bersahabat, operasi akan dilanjutkan.

           “Untuk sementara off. Kita lihat cuaca ini. Dapat informasi di sana tinggi gelombang 2,5 meter,” jelasnya.

          Sementara itu, Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman menyebut di hari kelima ini pihaknya mengerahkan 3.300 personel dan 54 kapal. Kemudian ada pula 20 kendaraan laut dan 13 pesawat.

           “Unsur yang terlibat atau personel terlibat hampir sama dengan kemarin. Jadi personel masih kurang lebih 3.300. Kemudian unsur kapal ada sebanyak 54, kendaraan laut yang kecil seperti RIB, searider, perahu karet, jetski, sekitar 20dan pesawat standby 13,” ucap Rasman.

          Seluruh potensi yang ada, kata Rasman, akan berupaya maksimal mencari korban dan serpihan pesawat Sriwijaya Air, baik di laut maupun di udara. Area pencarian bakal diperluas karena diduga korban dan puing pesawat terbawa arus.

           “Unit udara tetap akan melaksanakan pencarian lewat udara tentu arealnya semakin luas karena kemungkinan ada serpihan atau ada korban yang terbawa arus. demikian juga dengan alut laut,” ucapnya.

          Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1) sore sekitar pukul 14.40 WIB.

          Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 6 awak sebagai penumpang.

          Hingga kini petugas SAR gabungan telah berhasil menemukan puing-puing pesawat dan beberapa bagian tubuh korban.

          Rasman menyebut, pada hari kelima ini pihaknya mengerahkan 3.300 personel dan 54 kapal. Kemudian sebanyak 20 kendaraan laut dan 13 pesawat dikerahkan dalam upaya evakuasi.

“Unsur yang terlibat atau personel terlibat hampir sama dengan kemarin. Jadi personel masih kurang lebih 3.300. Kemudian unsur kapal ada sebanyak 54, kendaraan laut yang kecil seperti RIB, searider, perahu karet, jetski, sekitar 20dan pesawat standby 13,” ujarnya.

AS Kirim Tim

          Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat (AS) mengatakan akan mengirim tim penyelidik ke Indonesia dalam beberapa hari mendatang untuk menyelidiki jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ke Laut Jawa bersama 62 orang penumpangnya.

          NTSB akan mengirimkan perwakilan terakreditasi AS dan tiga penyidik lainnya ke Jakarta.

          NTSB memiliki keahlian dalam operasi, kinerja manusia, struktur dan sistem pesawat, kata badan keselamatan transportasi AS itu. NTSB juga menyebutkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan personel dari Administrasi Penerbangan Federal AS, General Electric Co dan Boeing Co.

          Sebagai informasi, pada operasi kemarin, tim penyelam berhasil menemukan Flight Data Recorder (FDR), sedangkan Cockpit Voice Recorder (CVR) masih belum didapatkan. Rasman berujar di operasi hari kelima ini pihaknya akan berupaya menemukan CVR tersebut. “Kalau kemarin yang ditemukan adalah FDR, sekarang mungkin harapan kita adalah CVR juga kita bisa dapatkan,” jelasnya.

          Sekadar informasi, black box terdiri atas dua perangkat antara lain CVR dan FDR. CVR berisi rekaman percakapan dalam kokpit pesawat dan FDR berisi rekaman data penerbangan.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB. Pasawat yang bertolak dari Bandara SoekarnoHatta tersebut mengangkut 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anakanak, 3 bayi, dan 6 awak sebagai penumpang.

          Hingga kini petugas SAR gabungan telah berhasil menemukan puing-puing pesawat dan beberapa bagian tubuh korban. ●mar

Mika Urip

Mika Urip

Tulis Komentar

WhatsApp