Halim Jusuf Diangkat Sebagai Ketua Kehormatan Dewan Periode VII Asosiasi Huaqiao Kota Meizhou

2. Halim Jusuf berfoto bersama delegasi perdagangan Guangdong di kantor Guoji Ribao.

JAKARTA–Tokoh Tionghoa Indonesia Halim Jusuf dikenal dengan julukan “Pebisnis Confusianis, Financial Leader”, belum lama ini diangkat sebagai Ketua Kehormatan Dewan Periode VII Asosiasi Huaqiao Kota Meizhou.

Asosiasi Huaqiao Kota Meizhou telah menyerahkan surat pengangkatan kepada Halim Jusuf.

    Halim Jusuf

        

Halim Jusuf menyampaikan pidato dalam kegiatan Perhimpunan Marga Yang Indonesia.

  Halim Jusuf terkenal di kalangan bisnis Indonesia karena visi, integritas dan pragmatismenya. Dia adalah CEO Grup Pembiayaan Sekuritas Keuangan Pertama Indonesia (PT DANATAMA MAKMUR) sekaligus Chairman Indonesia Native Produce Financial Futures Co, Ltd, Oriental Finance Company, Dolilong Import and Export Company dan Hongda Investment Co, Ltd.

Halim Jusuf dan istri Deng Gui Hua.

Halim Jusuf bukan hanya seorang jenius bisnis yang diakui di kalangan pengusaha Tionghoa Indonesia, tetapi juga pimpinan komunitas Tionghoa yang luar biasa dan filantrofi ternama. Tugas sosial yang diembannya  antara lain: Ketua Umum Perpit, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Ketua KIKT.

Selain itu dia juga pernah menjabat Ketua Umum Perkumpulan Hakka Indonesia dan Ketua Dewan Pengurus Perkumpulan Marga Yang Indonesia.

Halim Jusuf lahir di Meixian, Tiongkok pada tahun 1940. Klan marga Yang adalah sebuah klan besar di Kabupaten Meixian. Kakek Halim Jusuf adalah seorang pengusaha Tionghoa luar biasa yang berani bermigrasi ke Asia Tenggara.

Orangtua Halim Jusuf Yang Hao dan Liang Binghui.

Dia pernah menjejakkan kakinya di Bandung, Indonesia.

Ayah Halim Jusuf, Yang Hao dan sang ibu, Liang Binghui studi di Guangxi University. Mereka bertemu di Guilin, lalu jatuh cinta lalu menikah.

Halim Jusuf pernah berkata “Pengalaman luar biasa dari orang tua saya yakni mereka bersama-sama mengatasi krisis, saling membantu serta membangun kembali bisnis keluarga. Hal ini  telah menjadi kekayaan hidup saya.”

Saat Halim Jusuf berusia 10 tahun, orang tuanya membawa Halim Jusuf serta para saudaranya bermigrasi dari Meixian ke Asia Tenggara. Lokasi pertama yaitu rumah sang Kakek di Bandung.

Halim Jusuf dan istri Deng Gui Hua beserta putra tertua Yang Shi Cheng (kedua dari kiri) dan anak kedua Yang Shi Xing (kesatu dari kanan).

          Orang tua Halim Jusuf mendirikan PT Makindo pada tahun 1977. Sebagai putra tertua, Halim Jusuf dan istri  Deng Gui Hua mendedikasikan dirinya pada bisnis keluarga. Yang kemudian selangkah demi selangkah menuju kejayaan. Tahun 2001, majalah politik dan ekonomi Hong Kong “Asia Weekly” mengumumkan ” “Top 500 Chinese Enterprise in the World”. Dan PT.MAKINDO Indonesia termasuk dalam daftar tersebut.

Merujuk dari PT. Makindo, Halim Jusuf mendirikan Grup Keuangan Pertama PT Makindo Securities. Kemudian memasuki bidang finansial dan industry lainnya di pasar Indonesia secara agresif. Halim Jusuf dan Deng Guihua juga mengadopsi tradisi keluarga yang ketat demi mengembangkan keempat putra mereka yaitu Yang Shi Cheng, Yang Shi Xing, Yang Shi Qi dan Yang Shi Lin untuk mengembangkan bakat bisnis mereka.

Halim Jusuf juga aktif terjun dalam kegiatan kesejahteraan sosial komunitas Tionghoa. Khususnya saat dia mengambil risiko dengan mendirikan Perpit. Dia berharap dapat menggerakkan kekuatan lebih banyak tokoh komunitas Tionghoa. Dan bersama-sama mensejahterakan warga Tionghoa dan masyarakat luas.

Terlahir dari keluarga baik-baik, Halim Jusuf menjadikan orangtuanya sebagai panutan. Dia mengunjungi panti asuhan, daerah terpencil serta mengunjungi masyarakat kurang mampu untuk mengirimkan beras dan minyak. Hal ini sudah menjadi kebiasaannya.

Halim Jusuf menaruh perhatian pada pendidikan Tionghoa. Maka berdirilah  Sekolah Budi Agung yang didirikan Perhimpunan Hakka Indonesia. Dia memberikan dukungan penuh dan aktif memberikan donasi. Agar lebih banyak pelajar Indonesia dapat belajar di Tiongkok, maka dia mendukung penuh penyelenggaraan Pameran Pendidikan China. Setiap kali penyelenggaraan pameran tersebut dia selalu mengunjungi langsung. Juga selalu mensponsori kegiatan tersebut.

Halim Jusuf dan keluarga besar berfoto bersama.

Halim Jusuf tidak melupakan dari mana dirinya berasal. Tahun 1997 dia kembali ke kampung halamannya di Meixian. Di kampung halamannya itu dia membangun “Sekolah Shide”. Kemudian dia menyerahkan sumbangan bagi Seniors Activity Center. Aksi filantrofinya menyentuh hati rakyat Meixian. Diantara tokoh ternama asal Indonesia yang ditampilkan Meizhou Overseas Chinese Museum, nama “Halim Jusuf” adalah salah satu diantaranya.

Meizhou Federation of Returned Overseas Chinese dahulu bernama Meixian District Association of Returned Overseas Chinese. Berdiri pada Januari 1984. Setiap lima tahun sekali dilakukan pemilihan Ketua, Wakil Ketua, Sekjen, Standing Komite dan anggota dewan. Juga mengangkat tokoh ternama masyarakat dalam dan luar negeri yang antusias dengan kegiatan yang dilakukan Asosiasi Huaqiao sebagai Ketua Kehormatan dan Penasehat.

Asosiasi Huaqiao menghimpun hati warga Tionghoa perantauan. Juga mengumpulkan kebijaksanaan mereka serta mengerahkan kekuatan mereka untuk berkontribusi pada perkembangan ekonomi dan sosial Meizhou. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp