Gunung Sinabung dan Merapi Semburkan Abu Vulkanik

Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, tak pernah berhenti sejak beberapa tahun silam. Semburan abu vulkanik, terjadi terus menerus.

MEDAN-  Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, pada Jumat (19/3), mengalami erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik dengan tinggi kolom 700 meter dari puncak gunung.

“Erupsi beramplitudo 10 mm dengan durasi 3 menit 9 detik, cenderung menuju barat dan barat laut Gunung Sinabung,” kata Kepala Pos Pantau Gunung Sinabung, Armen Putra.

Gunung Sinabung, yang tingginya 2.460 meter di atas permukaan laut, saat ini berada pada status Level III (Siaga).

Armen mengimbau warga tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang warganya sudah direlokasi serta area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung, area dalam radius lima kilometer di sektor selatan-timur, dan area dalam radius empat kilometer di sektor timur-utara.

Saat terjadi hujan abu, warga diimbau memakai masker bila ke luar rumah, mengamankan sarana air bersih, serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanis.

“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” kata Armen.

Merapi

Sementara itu,  Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah mengeluarkan 20 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter ke arah barat daya berdasarkan pengamatan pada Jumat (19/3) mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida menuturkan selain guguran lava pijar, Merapi juga mengalami 43 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-30 milimeter (mm) selama 11-137 detik, dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 5-15 milimeter (mm) selama 12-18 detik.Asap kawah terpantau berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dengan tinggi 200 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi. Sementara cuaca di gunung tersebut cerah dan berawan.Angin bertiup lemah ke arah tenggara dengan suhu udara 13-20 derajat Celsius, kelembaban udara 70-89 persen dan tekanan udara 757-916 mmHg.

Sementara untuk periode pengamatan pada Kamis (18/3) malam, pukul 18.00-24.00 WIB, Gunung Merapi mencatatkan 25 kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke arah barat daya. Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan berdampak pada wilayah sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Adapun jika terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak gunung. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp