International Media

Minggu, 2 Oktober 2022

Minggu, 2 Oktober 2022

Gunung Anak Krakatau Terus  Erupsi, Keluarkan Abu Vulkanik Hingga Ketinggian 3.000 Meter

Erupsi Gunung Anak Krakatau.

PANDEGLANG- Status Gunung Anak Krakatau (GAK) kini berada di level 2 atau waspada. Masyarakat atau wisatawan pun dilarang mendekati jarak radius 2 kilometer dari kawasan GAK.

Ketua Forum Kampung Siaga Bencana Kabupaten Pandeglang, Beni Madrisa mengatakan, berdasarkan informasi yang disampaikan warga pesisir pantai bahwa Gunung Anak Krakatau masih mengalami letusan atau erupsi. 

“Untuk statusnya masih level 2 atau waspada. Kami mengimbau kepada masyarakat jangan panik namun tetap waspada,” katanya kepada wartawan, Minggu (24/4).

Beni mengungkapkan, semburan abu vulkanik GAK pada saat ini mencapai ketinggian 3.000 meter di atas permukaan air laut. 

“Bisa dikatakan menjadi tertinggi sepanjang tahun 2022. Tetap tenang dan waspada karena informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi bahwa warga pesisir Banten aman dari material berbahaya sekalipun terjadi letusan,” katanya.
 Sementara itu, Petugas Pos Pantau GAK Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Deni Mardiono mengatakan, hasil Pos Pantau Pasauran pada 23 April 2022, pukul 15.05 menit, terlihat GAK melakukan erupsi dan mengeluarkan asap kelabu tebal.

Pada saat ini, masih terdengar suara gemuruh Anak Krakatau, dengan intensitas lemah dari Pos Pantau. Hal itu adalah hal yang wajar ketika Gunung Anak Krakatau sedang megalami Erupsi atau meletus.

“Ini merupakan karakter asli dari Gunung Anak Krakatau, masyarakat tetap tenang , tetap berkaktivitas seperti biasa,” katanya.

Bagi masyarakat yang ke luar rumah diharapkan untuk memakai masker menghindari adanya paparan abu vulkanik karena sangat berbahaya bagi pernafasan manusia.

“Untuk informasi Gunung Anak Krakatau bisa diperoleh dari WA group, aplikasi magma yang dapat di download di play store ataupun magma live bisa membuka atau melihat live streamingnya di Indonesia vulkano monitoring,” katanya. ***

Prayan Purba

Komentar

Baca juga