International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

Gubernur Jabar Pastikan Tol Cisumdawu Bisa Dilewati Pemudik

Tol Cisumdawu.

BANDUNG- Gubernutr Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memastikan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dari Seksi 1 sampai Seksi 3, mulai dari Cileunyi sampai Cimalaka sudah bisa dipergunakan oleh masyarakat pada mudik dan balik Lebaran 2022.
“Jalur Cisumdawu sudah boleh dipergunakan sampai exit Cimalaka, bagi pemudik dengan tujuan arah Sumedang dan Majalengka tidak usah lewat Cadas Pangeran, bisa lewat Cisumdawu sampai exit di Cimalaka,” kata Ridwan Kamil seusai Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2022 di Gedung Sate, Jumat (22/4).
Seperti diketahui, Jalan Tol Cisumdawu terdiri atas Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan (Rancakalong) yang memiliki panjang 11,45 km, sedangkan Seksi II yakni Pamulihan-Sumedang sepanjang 17,05 km. Kemudian Seksi III Sumedang-Cimalaka memiliki panjang 4,05 km, Seksi IV Cimalaka-Legok sepanjang 8,20 km, Seksi V Legok-Ujung Jaya sepanjang 14,9 km, dan Seksi VI Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 6,06 km.
“Sampai exit Cimalaka, sebelum Cimalaka ada Pamulihan, ada Jatinangor, ini berita baik di hari ini, yang mungkin masyarakat ingin tahu jalur mudik yang sudah bisa dilalui,” ujarnya.
Menurut gubernur, untuk mudik lebaran tahun ini, Jabar sangat siap dalam memastikan kelancaran mudik. Operasi Ketupat Lodaya 2022 akan berlangsung 12 hari, sebelum dan sampai setelah Lebaran. Ada sekitar 30 ribu personel yang disiagakan dan ada 330 pos pengamanan dari Polri dan di luar Polri ada 150 pos, sehingga kalau totalnya ada sekitar 480 pos sudah tersebar di jalur-jalur mudik di Jabar.
“Kemudian dalam waktu dekat akan terjadi kenaikan signifikan arus lalu lintas khususnya di jalur utara, itulah kenapa di tanggal 28, 29, 30 April akan ada penyatuarahan dari arah Jakarta ke arah Cirebon dan Jawa Tengah (Jateng), sehingga kendaraan yang mungkin rutin dari arah Bandung, Cirebon ke arah Jakarta harus melalui jalur biasa,” tuturnya.
Sesuai arahan Kapolri, pihaknya juga terus melaksanakan vaksinasi khususnya booster dan tetap melaksanakan random checking antigen di titik-titik tertentu dan mewajibkan pusat perbelanjaan dan wisata untuk memasang serta melakukan filterisasi melalui aplikasi pedulilindungi.
Kemudian Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan ada kemungkinan beliau mengecek jalur selatan di minggu depan. “Pesan beliau kepada masyarakat, Jabar sebagai jalur perlintasan dan jalur mudik, jangan semuanya lewat utara kalau mau ke Cilacap dan Yogyakarta misalkan itu bisa lewat Sukabumi terus ke Pangandaran, Cilacap, Purwokerto, tembus ke Yogya bahkan ke Solo.
Dengan adanya pilihan jalur selatan, 85,5 juta pemudik yang sekitar 40% menggunakan kendaraan darat bisa ada alternatif jalur yang punya potensi tidak macet,” ungkapnya.
Kapolda Jabar, Irjen Pol Suntana menambahkan, pada saat dilaksanakan one way atau penyatuarahan ke arah timur, kendaraan yang dari arah timur ke barat akan dialihkan ke jalur arteri. Sementara yang dari Bandung menuju Jakarta bisa masuk tol seperti biasa nanti di Purwakarta akan dialihkan ke jalur arteri. Jalan arteri di pantai utara (Jalur Pantura) dipastikan aman dan layak dilalui pemudik pada lebaran tahun ini.
Pihaknya sudah melakukan peninjauan ke jalur yang kerap digunakan pemudik yang mengarah ke Jateng dan Jawa Timur (Jatim) itu. “Polda Jabar telah memastikan kesiapan sarana dan prasarana jalur mudik di jalur arteri pantura demi menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik di arus mudik dan balik Lebaran 2022.
Peninjauan jalur ini dilakukan mulai dari perbatasan Bekasi-Karawang sampai dengan perbatasan Cirebon-Jateng,” jelasnya. Menurut Suntana, tujuan pengecekan jalur ini untuk memastikan kelayakan kondisi jalan arteri pantura dapat digunakan para pemudik. Selain kelayakan jalan raya, pihaknya juga mengecek kondisi penerangan jalan umum (PJU), agar pemudik yang memilih mudik pada malam hari terjamin penerangannya.
“Selain itu, kami juga memastikan kesiapan para personel yang bertugas dalam pengamanan mudik serta pos-pos yang sudah disediakan, seperti pos pengamanan, pos terpadu, hingga pos pelayanan,” ucapnya.
Pos-pos tersebut, kata Suntana, nantinya dapat digunakan para pemudik sebagai tempat beristirahat di tengah perjalanan mudiknya. Saat merasa lelah karena mengemudikan kendaraan, pemudik bisa beristirahat sejenak di pos-pos yang sudah disiapkan.***

Prayan Purba

Komentar

Baca juga