Thursday, 30 November 2023

Thursday, 30 November 2023

Ground Breaking Jalan Khusus Tambang Masih Terganjal OSS

Rencana ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan jalan khusus tambang sepanjang 12,5 Km Cigudeg-Rumpin masih menunggu turunnya perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS).

CIBINONG- Rencana ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan jalan khusus tambang sepanjang 12,5 Km Cigudeg-Rumpin masih menunggu turunnya perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS).

“Mudah-mudahan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau OSS turun minggu ini, hingga di akhir Bulan Januari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melakukan ground breaking di Cigudeg atau Rumpin,” kata Plh Bupati Bogor, Burhanudin kepada wartawan, Kamis (19/1) saat ditanya soal perkembangan pembangunan jalan khusus tambang.

Burhanudin menuturkan bahwa rencana pembangunan jalan khusus tambang yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merupakan kebutuhan masyarakat sekitar usaha tambang, hingga masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov Jawa Barat.

“Di akhir masa jabatan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Pemprov melalui PT Jasa Sarana, dibantu Jayabaya Grup pun akan membangun jalan khusus tambang. Semoga dengan adanya jalan khusus tambang tersebut, mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, jalan yang berdebu hingga banyak masyarakat terkena penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan dampak negatif lainnya,” tutur Burhanudin.

Ia menjelaskan, bahwa selama ini sekitar 3.000 unit kendaraan khusus tambang  perharinya telah menggunakan jalan desa, kabupaten dan provinsi hingga memperpendek usia layanan jalan tersebut.

“Jalan umum cepat rusak, hingga merugikan pemerintah desa maupun daerah karena Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), terus menerus dipergunakan untuk membangun jalan yan sama,” jelasnya.

Burhanudin menambahkan, bahwa jalan khusus tambang akan dikelola oleh PT BSS, Jayabaya Grup dan konsorsium usaha tambang, di mana di Kecamatan Cigudeg dan Kecamatan Rumpin, ada sekitar 40 usaha tambang.

“Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor PT Prayoga Pertambangan Energi juga rencananya akan ikut mengelola jalan khusus tambang, karena Pemkab Bogor juga akan berinvestasi di jalan khusus tambang yang rencananya bakal menelan biaya hingga Rp 600 miliar,” tambah Burhanudin. gio

Prayan Purba

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media