Giat Peduli Wisata Religi Borobudur (Upacara Uposatha di Pelataran Candi Borobudur)

Foto bersama dengan SD Darmono.

MAGELANG –Sabtu (13/3), ABTO Indonesia kembali mengadakan giat wisata religi Borobudur yang rutin diadakan setiap tanggal 1 (cheit) dan 15 (capgo) kalender lunar di pelantaraan Borobudur dengan mengikuti protokol kesehatan.

       

Acara diikuti oleh para Bhikku Sangha, Bhante dan Sramanera dan dihadiri Caliadi (Dirjen Bimas Buddha), Drs Efendi Hansen Ng (Senior Vice President ABTO Pusat, Bodhgaya India), BJP Drs Ricky F Wakanno (Penasehat ABTO-Indonesia), SD Darmono (Ketua Dewan Pembina Tidar Heritage Foundation dan Chairman PATA Indonesia Chapter), Mayjen (Pur) Bachrul Ulum (Co-Founder THF), David Herman Jaya (Ketua Dewan Pembina Yayasan Long Hok Bio Magelang dan Ketua Asosiasi Kelenteng Jawa Tengah), DR N Rusmiati (Ketum ASITA).

Seluruh peserta Giat Peduli Wisata Religi Borobudur berfoto bersama.

YA Bhante Ditti Sampanno (Ketua APTABI), YA Bhante Dhammavudho (Ketua ABTO-Indonesia), Putu (Taman Wisata Candi), Yudi (Balai Konservasi Budaya), Harris Huryanto (Diektur THF), Saring (Penyelenggara Bimas Kab. Magelang), Son Haji (Anggota DPRD Kab. Magelang), Wong Kim Tjung dan umat (Ketua/Pengurus Hok An Kiong, Muntilan), Pengurus /Pegiat Budaya/Umat Pran-Soeh dari  Balai Suci, Muntilan, Kapolres Kab Magelang, Dandim Kab Magelang, tokoh pengusaha Magelang, seluruh umat/peserta Giat Peduli Wisata Religi Borobudur.

Para Bhikku Sangha, Bhante dan Sramanera menyalakan dupa sebelum memulai prosesi pradaksina.

        Acara dibuka oleh Harris Huryanto (Diektur THF), dilanjutkan dengan sambutan oleh koordinator Efendi Hansen yang juga sebagai Senior Vice President ABTO Pusat, Bodhgaya India, berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan mengikuti ritual hari itu.

Hansen menjelaskan ABTO adalah Association Buddhist Tour Operator yang didirikan di India 6 tahun lalu beranggotakan 25 negara mempunyai tugas mempromosikan wisata religi keseluruh dunia, khususnya negara-negara yang mempunyai situs – situs Buddhism.

“Kita mengetahui sektor ekonomi yang terpuruk dalam masa pademi ini adalah sektor tourism atau pariwisata. Menyangkut hotel, restoran, objek wisata, transportasi dan lain sebagainya. Pembatasan kegiatan tempat-tempat ibadah untuk pendekatan diri pada Tuhan Yang Maha Esa, hanya lakukan di rumah saja,” ujarnya.

Karena itu, tambah Hansen,  potensi wisata religi akan meningkat pasca pandemi nantinya. Sesuai dengan wacana menteri agama agar Candi Borobudur dapat dijadikan pusat Buddhist dunia.

“Sebagai anak bangsa tentu kita menyambut gembira karena Candi Borobudur adalah satu-satunya candi yang termegah, teragung dan setiap panelnya mengandung cerita tentang kehidupan. Mari kita berdoa semoga pandemi cepat berlalu, semoga giat peduli wisata religi Borobudur dapat terus menerus dijalankan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Hansen.

        BJP Pol Drs Ricky F Wakanno dari Lemdik Polri, mengapresiasi dan berterima kasih karena kegiatan ini bisa membantu tugas polisi memelihara  kamtibmas.

Efendi Hansen, Koordinator Giat Peduli Wisata Religi Borobudur bersama para umat di Manohara.

“Dengan kegiatan ini, kedepan Candi Borobudur ini dapat menjadi tempat berdoa umat dan menjadi wisata religi, sukses untuk kita semua,” ujar Ricky.

        SD Darmono (Ketua Dewan Pembina Tidar Heritage Foundation dan Chairman PATA Indonesia Chapter) mengatakan dirinya sebagai orang yang berasal dari Magelang memiliki emosional terhadap keberadaan Candi Borobudur yang megah ini.

Efendi Hansen berfoto bersama Caliadi, David Herman Jaya serta tamu undangan.

“Sewaktu Pak Hansen mengajak untuk mengadakan ritual ini saya sangat senang untuk mendukungnya. Kita semua mengalami dalam satu tahun terakhir ini menghadapi pandemi, bencana alam di beberapa daerah, ini mengingatkan kita kepada kebesaran Sang Maha Pencipta dan tentunya membuat kita harus berbuat sesuatu sebab penderitan datang  beruntun, ini membuat masyarakat kecil lebih menderita lagi sehingga acara seperti ini, dapat mendukung pemerintah dalam membangkitkan kembali ekonomi, pantas didukung oleh semua pihak,” ujar SD Darmono.

Para Pegiat  Peduli Wisata Religi berfoto bersama.

Menurutnya pariwisata adalah ujung tombak pertama untuk membangkitkan ekonomi dan pariwisata sendiri ada banyak jenisnya salah satunya wisata religi ini. Tentunya orang yang mengadakan perjalanan religi ini tidak harus takut dengan pandemic dan kematian karena memang sudah siap untuk menuju kembali kepada yang Maha Kuasa.

        “Saya sangat berterima kasih kepada Pak Hansen dan semua dari kelompok umat Buddha terutama Pak David Herman Jaya dari PSMTI bahkan semua kelompoknya dalam mendukung acara ini, sebab tanpa didukung kegiatan seperti ini perjalanannya akan lambat untuk membangkitkan dan tentu dari TWC Pak Putu dan Balai Konservasi Pak Yudi yang sangat mendukung acara ini. Ini menunjukan kita semua bersatu padu mendukung pemerintah mengurangi penderitaan orang yang kehilangan pekerjaan dan membutuhkan aktivitas ekonomi lagi,” ujar SD Darmono.

        Menurutnya, Hansen sebagai Vice President dari ABTO yang beranggotakan 25 negara tentu hari ini adalah pencanangan pertama untuk mempromosikan kembali Candi Borobudur, semoga tahun 2022 bisa diadakan United Nation Days of Waisak yang internasional dan semoga Presiden berkenan membukanya sehingga tentu ini akan membuat Indonesia lebih dikenal sebagai negara yang penuh toleransi dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia, tetapi sangat toleran terhadap kepercayaan agama lain yang dibiarkan tumbuh bersama dan bisa menjadi contoh di dunia mengenai bagaimana harmonis dan kedamaian itu adalah sesuatu yang paling mahal yang harus dijaga  baik-baik.

Foto bersama tokoh masyarakat , Polri, TNI mendukung” Giat Peduli Wisata Religi.

N Rusmiati, Ketum ASITA, merasa terharu karena selama ini, ASITA juga giat mempromosikan Borobudur dan saat ini melihat tindakan nyata dalam Giat Ritual di Borobudur, tentu sangat membantu pemerintah, menggaungkan Borobudur membantu mendatangkan wisatawan manca negara dan ASITA siap untuk menfasilitasinya.

        Caliadi SH, MH. (Dirjen Bimas Buddha) sangat mengapresiasi atas kegiatan ini karena menjadi salah satu bagian program pemerintah yang sekarang sedang mengaungkan tiga aspek di Candi Borobudur ini.

“Pertama kami sudah rapat ditingkat kementerian dan sudah dibawa ke tingkat menko dan ratas presiden bahwa program pemerintah akan mewacanakan pemasangan Chattra Borobudur ini, karena salah satu pamor atau aura untuk bagaimana dunia bisa memilih Borobudur sebagai tempat wisata religi dunia, yang kedua Borobudur juga dalam proses penataan karena Borobudur merupakan salah satu prioritas Presiden,  ketiga Borobudur menjadi destinasi religi ummat Buddha dunia,” ujar Caliadi.

        Menurutnya kegiatan ini menjadi strategis dan potensial serta harapannya kepada ABTO di Asia bahwa umat Buddhis ada sekitar 40%, kalau Borobudur ini menjadi salah satu yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia dan  dikelola oleh anak bangsa dengan baik dan proffesional tentu ini menjadi kebanggaan  bangsa Indonesia.

        Acara dilanjutkan dengan penyalaan lilin 5 warna oleh Caliadi (Dirjen Bimas Buddha) dan diikuti para tokoh masyarakat setempat. Dilanjutkan dengan penyalaan dupa oleh Bhante dan diikuti dengan proses pradaksina oleh umat yang mengelilingi pelantaran Candi Borobudur dengan membawa setangkai bunga sedap malam. ***

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp