Gereja Baptis Indonesia Ekklesia Jakarta Resmi Berdiri

Foto bersama pengurus.

JAKARTA–Gereja Baptis Indonesia Ekklesia Jakarta yang telah dipersiapkan sekian lama akhirnya pada Minggu (25/4) lalu melakukan ibadah minggu pendirian di Gondangdia Lama Jl. Rp Soerso No.5 Jakarta.

Ini adalah gereja Tionghoa pertama yang dibuka Southern Baptist Convention Bandung yang melakukan ibadah dalam  bahasa Indonesia dan Mandarin di Jakarta.  

Seperti kita ketahui bersama, setelah semua misionaris Southern Baptist Convention di Indonesia kembali ke AS 30 tahun yang lalu, mereka merasakan pentingnya memberitakan Injil kepada orang Tionghoa dan kembali lagi ke Indonesia.

Foto bersama dengan guru Injil Pemuda.

Oleh karena itu, gereja khusus mengundang Pendeta Dr. George Sanusi untuk menyampaikan khotbah pada upacara pembukaan gereja. Diharapkan dapat membuka pintu penginjilan kepada orang Tionghoa.

Suasana Ibadah.

Upacara pembukaan diumumkan oleh Pendeta Teddy. Bruder Tony Sumampau melakukan doa pengukuhan. Kemudian setelah band gereja memimpin jemaat untuk bernyanyi bersama, maka Pendeta Dr. George Sanusi memulai khotbah. Pendeta Dr. George Sanusi menyampaikan khotbah bertema “Orang-orang Galilea, mengapa kamu berdiri dan melihat ke langit” dengan mengutip Kisah Para Rasul 1: 10-11 untuk menjelaskan makna dan tujuan sebenarnya dari “Tuhan Yesus Naik ke Surga”:

          Pertama, kenaikan Tuhan “tidak terduga oleh semua orang”. Karena kenaikan Tuhan memiliki kehendak Tuhan yang paling indah dan terbaik, yaitu untuk mempersiapkan jalan untuk mengirimkan Roh Kudus yang akan datang, berdiam dan mengisi Roh Kudus di dalam hati orang percaya, agar kita memiliki kekuatan hidup untuk mengikuti semua perintah-Nya.

Group Pemuji.

          Kedua, kenaikan Tuhan “memenuhi amanat agung Kristus”, Matius 28, Markus 16 dan Kisah Para Rasul Bab 8. Tuhan Yesus berulang kali menekankan amanat agung ini. Terlebih lagi, janji itu akan digenapi (Matius 24:14).

          Ketiga, kenaikan Tuhan adalah untuk “mempersiapkan kedatangan-Nya kembali.” Dua malaikat berbaju putih berkata kepada mereka: “Bagaimana Dia naik ke surga, bagaimana Dia akan datang kembali.” Sekarang setelah Anda mengetahui amanat besar Tuhan dan janji Tuhan yang agung. Bagaimana Anda bisa berdiri di sana tanpa bergerak? Pesan ini mengejutkan mereka yang mendengarnya. Sehingga kita harus “melakukan yang terbaik dalam hidup kita dan mati setelah kematian”!

          Setelah Pendeta Dr. George Sanusi menyampaikan khotbah, dia dengan hormat mengundang Ny. Tony Sumampau dan Zuster Janni untuk naik ke panggung untuk berdoa bagi misi penginjilan dan masa depan gereja.

Kemudian, Bruder Chan Ho dengan suara tenornya menyanyikan lagu “Walk to Heaven” yang kembali menyentuh para jemaat agar bekerja sama untuk menyebarkan Injil.

Tampak depan Gedung Gereja Baptis Indonesia Ekklesia Jakarta.

Kemudian Pendeta Teddy berbicara tentang tujuan didirikannya gereja tersebut, yaitu untuk memberitakan Injil kepada lebih dari dua juta orang Tionghoa di Indonesia, dengan harapan agar niat awal dari visi ini selalu menjadi arah dan tolak ukur berdirinya gereja kita.

Setelah diberkati pendeta, jemaat kembali ke rumah mereka untuk terus berusaha untuk memenuhi misi Kristus. Amen. siebie

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp